SEJARAH IBU MAJAPAHIT NUSANTARA

Menilik sejarah Ratu Mas / Putri Cempa maka tidak terlepas dari sejarah kerajaan Madjapahit yang sekarang dilinggihkan /di Stanakan di Pura Ibu Madjapahit Jimbaran, Puri Gading Kecamatan Kuta Selatan Kabupaten Badung Kota Denpasar Provinsi Bali. Puri Surya Madjapahit Trowulan, Rumah dari Brahmaraja XI yang didalamnya terdapat Pura Madjapahit Pusat Trowulan ditutup dari segala kegiatan dan ritual dengan alasan yang tidak jelas. Karena keturunan Madjapahit harus punya “ Merajan ” sebagai tempat penghormatan kepada leluhur, karena tanpa leluhur kita semua tidak akan pernah ada. Sejarah Kerajaan Madjapahit merupakan sumber keberadaan tempat-tempat pemujaan Leluhur Madjapahit sampai saat ini di antaranya pemujaan Ratu Mas / Putri Cempa itu sendiri,seperti “Pura Madjapahit” tempat pemujaan kepada leluhur oleh keturunannya, karena asal-usul leluhur “Ibu Bapak, Embah (kakek-nenek), buyut, sanggah,sanggah wareng, udeg-udeg, gantung siwur, keropak sentre,sawo gletak,dadung kawok, Dah Hyang (Danyang),dan semua leluhur di simbolkan Lingga dan Yoni (Kemaluan). Dan semua berasal dari Tuhan / Alloh /Allah / Hyang widhi wasa / God. Hanya sebutan saja yang membedakan.
Pada tahun Isaka 1203 (1281 M) dari negeri Cina datang dua orang putri Raja Ming / Miao Li (yang dikenal dengan Mauliwarma Dewa) keturunan Thong (Raja Miao Ciang) / Raja Li, Kerajaan Ming artinya Sinar / Surya,wilayah Cina waktu itu / Campa / Melayu (sekarang Malaya) Singapura atau Tumasek hingga laut Cina Selatan (Nan Hay). Belakangan berhasil di satukan Madjapahit dan Cina di kuasai dinasty Cing / Ming karena Mongol / Khan sudah runtuh, makanya kita disebut bangsa “INDO-CINA” yang jadi cikal bakal bangsa Indonesia.jadi orang yang tinggal di daratan Cina hingga ujung selatan (Melayu) disebut orang Indo-Cina . Daratan Cina ke utara bernama “Mantjupai”. Madjapahit pun simbolnya Surya / Sinar , sedangkan simbol Raja adalah Macan putih. Dua Putri Raja Ming / Miao LI tersebut datang lengkap dengan dayang-dayang, pengawal ,para suhu dan lain-lain, kedua putri tersebut adalah “ Dara Jingga “ dan adiknya “ Dara Petak ” (Putih), keadatangan Putri Cina ini pada jaman Kerajaan Singhasari yaitu pada masa pemerintahan Sri Kerthanegara / Bathara Siwa tahun isaka 1190-1214 atau tahun (1268-1292 Masehi). Putri Dara Petak bergelar “ Maheswari ” diperistri oleh Sri Jayabaya atau Prabu Brawijaya I / Bhre Wijaya / Raden Wijaya , Raja Madjapahit pertama yang juga bergelar “ Sri Kertha Rajasa Jaya Wisnu Wardana ” pada tahun isaka 1216-1231 atau tahun (1294-1309 Masehi) yang selanjutnya menurunkan Prethi Santana / keturunan bernama “ Kala Gemet ” yang menjadi Raja Madjapahit kedua pada tahun 1309-1328 M, yang bergelar “ Jaya Negara ”. Sedangkan Putri Dara Jingga yang bergelar ‘’ Indreswari’’ atau Li Yu Lan atau Sri Tinuhanengpura (yang dituakan di Pura Singosari dan Madjapahit) diperistri oleh Sri Jayasabha yang bergelar “ Sri Wilatikta Brahmaraja I ” atau “ Hyang Wisesa “ . Gelar Li adalah dari Raja Tong “ Li Ti “ (Li Wang Ti) yang mengirim Putri Macan Putih ke Kahuripan, Sri Jayasabha adalah pembesar Singosari dengan pangkat “ Maha Menteri ” . Putri Dara Jingga dalam lontar dikenal, yang berbunyi “ Dara Jingga arabi Dewa Sang Bathara Adwaya Brahma “ yang selanjutnya menurunkan putra sebanyak enam orang laki-laki yaitu : Sri Cakradara, Arya Dhamar, yang disebut juga dengan Arya Teja alias Kiyayi Nala atau Adityawarman, Arya Kenceng, Arya Kuthawaringin, Arya Sentong dan Arya Pudak yang kemudian menjadi Penguasa / Raja Di Bali. Juga disebutkan dalam kitab Cina Yin Yai Sin Land dan lontar Madjapahit bahwa pada pemerintahan Jaya Negara (Raja Madjapahit Kedua), Arya Damar (Adityawarman) yang masih saudara raja diutus sebagai wakil Madjapahit ke negeri Cina (1325 M), demikian juga pada masa pemerintahan Sri Tribuana Tungga Dewi , Arya Dhamar diberi gelar “ Arya Dewa Raja Pu Aditya ” ditulis pada prasasti Blitar (1331 M) dan oleh Ratu Tri Buana Arya Damar diutus kembali ke negeri Cina pada tahun 1332 M. Di Cina Arya Damar di terima oleh kaisar Cing Wang (Raja Cing) dan di akui sebagai Sekiya Li Yu Lan / keturunan Putri Raja Li yang bernama Yulan,di Cina Dinasty yang sudah berusia 2500 tahun ini sangat disegani karena Raja Dinasty Li adalah termasuk Kerajaan Pemersatu yang disebut Kerajaan THANG / TONG yang menghasilkan Dewi Kwan Im / Avalokitesvara dan di puja seantero dunia termasuk Madjapahit, Dinasty Li ini tersebar di Indo Cina termasuk Perdana Menteri Singapura yang terkenal Li Kwan Yu jadi gelar Li itu sangat hebat karena berarti Raja, Indonesia kurang memperhatikan sejarah / tulisan cina karena sekarang menganggap mayoritas islam dan orde baru melarang tulisan cina bahkan sekolah yang berbau cina ditutup karena tulisan cina akan mengungkap sejarah bangsa Indonesia yang mempunyai budaya yang adi luhung pada zaman kerajaan Madjapahit yang mempersatukan Nusantara dan sistimnya di pakai oleh seluruh dunia dengan adanya bukti semua negara memilih perdana menteri untuk menjalankan pemerintahan, hingga kedatangan pedagang gujarat yang memebawa agama untuk diperdagangkan. Dan islampun masuk abad XV, sampai terjadinya pemberontakan Demak yang dipimpin oleh Raden Patah / Jimbun / Babah Patah yang dipelopori oleh para wali yang pada awalnya diberi tanah perdikan didaerah Ampel denta sebanyak 5 ha untuk berdiam melaksanakan kewajiban yang dianut yakni ajaran dari bangsa Arab, yang menganggap orang selain Islam adalah kafir, kufur dan perlu ditumpas sesuai dengan kenyataan yang ada dan sesuai kutipan sloka Dharmagandul bersama Ki Kalam Wadi . sloka halaman pertama berbunyi………” Sayid Rahmat memohon kepda Raja Madjapahit untuk diperkenankan menyebarkan agama Islam, dengan bijaksana permohonannya di restui dan dikabulkan. Kemudian hari diberi tanah di daerah Surabaya daerah pesisir utara pulau Djawa, karena tanah pemberian di artikan pinjaman maka di namakan dukuh Ampel Denta. Dan dari Ampel Denta itulah agama Islam bisa berkembang pesat di Djawa Timur dengan segala bujuk dan rayuan, untuk meninggalkan adat budaya Madjapahit yang sampai saat ini masih lestari di Bali, sehingga banyak para saudagar dan ulama dari negeri Arab berdatangan ke Surabaya, serta memohon kepda Raja untuk tinggal di pesisir Surabaya. Permohonan para ulama dan maulana dikabulkan oleh Raja, sehingga lama-kelamaan bertambah banyak orang-orang islam dipesisir, akhirnya orang Djawa banyak yang masuk Islam………”. (sejarah ini sempat di larang karena akan membuka borok dari wali atau sunan dari padang pasir yang ingin menguasai Nusantara dengan sakit hati, terbukti hanya karena di cap PKI atau orang yang tidak masuk Islam di bantai oleh Orde Baru. Padahal awalnya hanya dari Madiun berskala kecil, itulah hebatnya orang Arab yang ingin bercokol di Negeri yang subur makmur, mengorbankan kawula alit/kecil Majapahit). Pada akhirnya kebaikan Raja Madjapahit dibalas dengan pemberontakan para sunan yang pada waktu itu senang merusak arca peninggalan dan membikin negeri Madjapahit rusak. Ini di buktikan dengan sloka Dharma Gandul di bab-bab selanjutnya dan dibuktikan dengan peninggalan berupa candi-candi dijawa yang rusak dan kepala arcanya sebagian besar hilang, karena dalam keyakinannya sunan, “ Batu kok dipuja”?. Padahal dinegeri arab sendiri ada kotak dari batu yang di sakralkan menurut versi si sunan. Yang pada intinya sunan mengajarkan permusuhan di Madjapahit. Kalau Islam datang dengan membawa kedamaian, mungkin tidak akan ada cerita Dharma Gandul yang dilarang sampai detik ini, tidak akan ada kisah penyerbuan hingga penutupan Puri Surya Madjapahit Trowulan itupun SKB yang di pakai senjata untuk mengintimidasi, tidak akan ada cerita lontar yang sebagian kecil di selamatkan di Bali yang mengatakan bangga dengan adat budaya Madjapahit, dan tidak akan ada cerita tulisan cina di larang, budaya cina di kebiri hingga zaman reformasi inipun kelompok-kelompok pejuang yang mengatasnamakan islam melakukan kekerasan dengan dalih menegakan keyakinannya. Dan tidak perlu mengelak kita lihat kenyataan bangsa dan tanah air ini yang terjadi setiap hari. Sampai adanya ramalan Sabda Palon dan Noyo Genggong yang akan datang kembali dengan segala tanda-tanda kejadian alam seperti sloka yang berbunyi “………Alun minggah ing daratan………Angin agung anggergisi………saudagar pada merugi……… hingga nanti muncul impian dari rakyat dengan slogan“ Gemah Ripah Loh Jinawi, Negara tentram Kertha Raharja “ itupun kalau rakyat dan bangsa ini sadar dan menghendaki perubahan dan semua tergantung bangsa ini sendiri. Seperti kutipan ayat-ayat / sloka / lontar yang ditujukan pada bangsa arab pada masa nabi Muhammad yang berbunyi “…Tuhan tidak akan merubah nasib seseorang / kaum ,jikalau seseorang / kaum itu tidak mau merubahnya…” Acara acara ritual menghormati leluhur melakukan acara-acara yang untuk keseimbangan alam. Tapi bangsa ini terpecah karena mendengarkan ajaran yang dibawa dari negeri panas kering hanya tumpukan padang pasir dan kaumnya dikenal dengan masa Jahilliyah (kebodohan) ………Kutipan Dharma Gandul, sejarah dan kitab orang islam sendiri. Padahal kita saudara hanya beda kepentingan imperalisme harus pecah dengan Cina dan yang mendalangi hanya satu orang Arab. Kalau Asia pecah, penjajah barat yang berkuasa. Sadar atau tidak Madjapahit menggunakan uang cina / Gobog bukankah ini Prasasti, di Trowulan / Blitar / Bali banyak ditemukan uang Cina yang yang tiap uang bertulis angka tahun dan nama Raja Cina yang berkuasa jadi bukti prasasti tertulis huruf Cina yang kurang di perhatikan karena tulisan Cina dilarang oleh Orde Baru dan berganti huruf arab untuk supaya bangsa ini kembali cinta ke sejarah negeri yang tandus kering dan panas. Tidak mencintai sejarah Madjapahit, sejarah bangsa ini yang banyak sekali keanekaragaman satwa, tumbuhan keanekaragaman hasil alam. Sumber air melimpah dan meninggalkan banyak bukti yang diakui sebagai salah satu keajaiban dunia yakni Borobudur tapi ironis bangsa ini dibujuk untuk membenci adat dan budaya berganti dengan budaya timur tengah atau arab. Pertanyaan , “ Apa yang di hasilkan oleh bangsa arab selain minyak “?. Silahkan telusuri dan jawab dalam hati pertanyaan ini. Satu bukti rakyat Indonesia yang jadi TKW di Arab banyak yang tewas dengan kemaluan diperkosa karena sistim perbudakan tidak akan hilang begitu saja dari bangsa yang mendapat julukan zaman Kebodohan (Jahilliyah). Sampai terjadi kasus kekerasan pada orang selain islam atau beda keyakinan biar sama-sama memeluk islam supaya tetap dengan syariat islam arab. Hingga kini orang jawa atau orang gunung sisa-sisa pelarian rakyat Madjapahit yang tidak mampu melaksanakan rukun islam dibalut kebimbangan, mau kembali ke adat dan budaya jawa atau adat istiadat tradisional / kejawen nanti dianggap sesat dan kuno serta kufur. Contoh Dayak Kaharingan sudah disomasi, warga Sapta Dharma digebuk, sanggar pamujaan kepada leluhur di hancurkan di gunung lawu dan lain-lain masih banyak lagi intimidasi dari sesama bangsa sendiri yang tidak pernah terekspos demi menerapkan syariat arab, jangankan yang berbeda yang sama pemahamannya saja digebuk biarpun beda keyakinannya contoh Ahmadiyah. Karena ini semua bukti rakyat Madjapahit dulu waktu dibantai oleh para santri yang sudah otaknya diracun oleh sunan terbukti sesuai cerita Dharma Gandul dan fakta yang menimpa bangsa ini yakni perang saudara karena beda keyakinan yang sudah ditanamkan untuk membenci tanah air dan leluhurnya. Bagi yang mampu melaksanakan rukun islam dengan syariatnya bebas melenggang. Bangsa Indonesia sekarang tidak bodoh lagi. Orang boleh mempelajari sejarah bangsa lain seperti bangsa Arab, Roma, Israel dan lain sebagainya tidak ada larangan , apalagi mempelajari sejarah bangsa sendiri terutama peninggalan yang berupa candi-candi yang menjadi kebanggaan bangsa lain terutama Madjapahit-nya yang pernah menjadi Negara Kerajaan Nasional pertama yang menyatukan Nusantara, sayang seribu sayang lontar-lontar yang menjadi bukti sejarah di bakar pada waktu tentara islam Demak dan santri sunan menyerang keraton Madjapahit diTrowulan karena berbahasa cina dan huruf jawa yang mengajarkan ajaran budi pekerti (Buda)……” kutipan Dharma Gandul “ supaya berganti dengan huruf Arab dengan meneriakkan sesat, batil dan musyrik berganti dengan syariat arab. Dan berapa banyak rakyat di Negeri ini yang mampu melaksanakan aturan atau syariat islam arab ?. Sariatnya memang bagus tapi tidak sesuai dengan kawula di Nusantara pada umumnya yang beraneka ragam, dengan sedikit memaksakan kehendaknya demi sariat menyakiti sesamanya bahkan satu keyakinan. "Apakah rakyat Indonesia di suruh berbondong-bondong ke negeri padang pasir dan onta ?". Apakah rakyat Indonesia di haruskan mati di negeri yang gersang untuk hanya memenuhi Tuhannya ?. Apakah Alloh menyuruh datang dan mencintai rumahnya di mekkah biarpun dengan menjual budaya Nusantara. Mungkin ada yang tidak terima dengan sejarah kasunyatan ini biarpun hanya segelintir oknum tokoh Islam tapi saya salut, di Arab saja orangnya tidak terlalu peduli, lha kita sampai mati-matian membela tanah arab yang di kutuk dengan padang pasir hanya solidaritas sesama saya salut. Tapi apakah harus kita memerangi yang lainnya ?. Semoga bangsa ini terbebas dari cengkraman penguasa arab. Kembali kecerita Arya Damar yang sampai diutus dua kali kenegeri Cina sehingga Arya Damar lebih dikenal di Madjapahit dan Cina, di Cina Arya Damar di sebut “ Sekiya Li “ (anak Raja Li) maksudnya Li Yu Lan adalah Putri Raja Miao Li (Mauliwarma) keturunan Raja Cina Li Wang Ti / Li Ti dari Kerajaan Tong / Thang (Raja Miao Ciang) Dara Jingga / Li Yu Lan / Indreswari / Bethari Ratu Mas / Bethari Siwa Parwati yang putri Raja Miao Li / Mauliawarma Dewa Raja Cina Selatan / Nan Hay yang disebut tanah Melayu / Malaya (sekarang semenanjung Malaysia) melihat namanya Miao Li bisa dipastikan keturunan Miao San / Dewi Kwan Im / Nan Hay yang ayahnya bernama Miao Ciang / Miao Tu Huang yang menurunkan Dinasty “ Li “ Kerajaan Thang selama 2500 tahun menjadi titik sentral dari keberadaan raja-raja yang ada di Bali, diantaranya dengan adanya keturunan Beliau yang dikenal dengan Ksatriyeng Kahuripan, yang menjadi cikal bakal penguasa / raja. Para Ksatriyeng Kahuripan termasuk Arya Damar (Adityawarman) yang bergelar Arya Dewa Raja Pu Aditya, gelar ini diberi olehkan Ratu Majapahit ketiga Sri Tribuana Wijaya Tungga Dewi (Prasasti Blitar 1330 M). Arya Damar juga membuat palungguh / Pedharman untuk Leluhurnya karena pada waktu itu Beliau tidak mempunyai pedharman dikomplek Pura Luhur Besakih. Pedharman tersebut adalah Palungguh tumpang tiga yaitu Palungguh untuk Ida Bathari Ratu Mas Magelung / Indreswari / Li Yu Lan / Dewi Wulan karena Ksatriyeng-ksatriyeng Kahuripan adalah keturunan Dara Jingga yang bergelar Indreswari (saktinya Dewa Indra) dan palungguh tumpang sebelas yaitu palungguh Hyang Wisesa “ Jaya Sabha ” yang bergelar Indrawarman yang dimanifestasikan sebagai Dewa Indra bukti ini bisa dilihat sekarang karena dilestarikan. Bersamaan dengan dibangunnya Besakih, Arya Damar memberi perintah agar memugar candi Singalaya / Candi Tumpang / Meru di Tumpang –Malang (1343 M), ini dapat dilihat di Prasasti Manjusri yang disimpan dimuseum Berlin - Jerman ( sangat ironis Prasasti negeri ini sampai ada di negara luar, di negeri Hitler yang dengan pasukan nazinya yang mengegerkan dunia segala isi daripada prasasti sudah dipelajari oleh Hitler, Tapi jangankan kita bangga malah menganggap barang musrik, itulah sebabnya mengapa prasasti itu berada di Belanda, alasannya ada dua, diselamatkan karena benda sejarah di anggap peninggalan musyrik yang kedua dijarah oleh tentara islam demak akhirnya diterima kolektor penjajah bangsa barat yang awalnya ingin berdagang di negeri Nusantara yang subur makmur sama seperti pedagang Gujarat yang membawa islamnya akhirnya karena keenakan di negeri yang hijau sifat serakahnya muncul (ini fakta, tidak mungkin islam datang tiba-tiba tanpa sebab) atau memang pelaku pemerintahan negeri ini memang cuek ). Pada tahun 1963 diadakan upacara EKA DASA LUDRA yang diadakan 100 tahun sekali dimana waktu itu Hyang Suryo Wilatikta hadir mewakili Hyang Bathara Ratu Gede dari Pura Majapahit, waktu itu Bathara Ratu Gede tidak hadir karena beliau sudah merasa ’’ tidak menangi ’’ atau menyaksikan kembalinya Majapahit jadi diwakilkan Hyang Suryo Wilatikta yang sangat beruntung bisa ikut karena upacara itu hanya diadakan 100 tahun sekali,sesuai kutipan lontar ’’ PAWILANGAN INDIK PUJAWALI ’’ milik Pura Besakih yang berbunyi :……… Malih ring Panataran Agung,karya Manca Bali Krama, Angken adaya masa sapisan, malih ring Penataran Agung, karya Ekadasa Lurdra, Angken Ratus masa sapisan………Sri Jaya Kasunu asing Anyeneng “ RATUNE MADJAPAHIT “ ka Bali……… Gunung Agung rubuh matemahan awu, udan watu, mwah udan lebuh geni pralaya dening angin……… (tiap upacara 100 tahun sekali ditandai gunung Agung meletus hujan abu, api dan banyak orang berdosa mati) 1963 pada upacara Maha besar yang di hadiri Leluhur Majapahit saat upacara Gunung Agung sedang meletus tapi lahar mengalir ke barat daya / Karang Asem jadi tidak mengganggu jalannya upacara. Selanjutnya Arya Damar bersama – sama Gajah Mada dan Arya Kuda Panolih serta sebagian pasukan kembali ke Majapait sampai Beliau di angkat sebagai Adipati Palembang (Penguasa /Raja Palembang) 1350 M bergelar “ Sri Indrawarmamputra ” Raja kerajaan “ Swarna Bumi ” muara sungai Musi, Arya Damar, juga bergelar Arya Wangsa Di Raja / Sang Dewa Raja / Tuhan Dewa Patih Majapait di Sumatra, setelah tua bergelar Datuk Sri Maha Raja ring Minangkabau ( Prasasti Pagar Ruyung ). Dari sini jelas bahwa Arya Damar adalah keturunan ( putra ) Bhatara Indra / Hyang Wisesa yang dipuja di Pura Majapait Bali, bila ada yang mengatakan penyusunan sejarah ini “ keliru “ maka Arya Damar pun keliru memuja Sri Wilatikta Brahmaraja / Hyang Wisesa / Bhatara Indra dan saktinya Bethari Indreswari / Ratu Mas yang dibuatnya sendiri di Pura Besakih Sebab Beliau sendiri mengaku “ Putra Indra “ ( Indrawarman Putra ), juga Gajah Mada dan para Arya Wilatikta yang membantu AryaDamar ikut keliru membuat tempat “ Leluhur “nya, ditulis di lontar Majapait : ...Ida Bhatara Indra Sarawuhe uli mayudha mantuk maring Besakih ...Jumeneng linggihe maring gunung agung...( Leluhur Bhatara Indra tinggal di Besakih/Gunung Agung ), para Arya Wilatikta maring Marcapadha apang pada eling maring kahyangan Bhatara Indra (semua Keturunan Wilatikta agar ingat Leluhurnya Bhatara Indra ). Bangsa Cina / Budha “ Pemuja Leluhur “ jadi selalu mencatat membuat Klenteng / Pura Leluhur , demikian pula Majapahit. Dari kenyataan sejarah di atas dapatlah di ketahui bahwa Bethara yang berparhyangan di Pura Majapahit adalah : 1.Dari sisi Purusa adalah Bhatara Sri Jayabaya/Brewijaya Wiwitan/Bhetara Hyang Wisnu/Bhatara Ratu Gede Dalem Majapahit , bersama saktinya Dewi Maheswari / DaraPetak. 2.Dari sisi Predana adalah Bhatara Sri Wilatikta /Hyang Wisesa / Bhetara Hyang Indra bersama saktinya Ratu Mas / Dewi Indreswwari / Putri Cina / Li Yu Lan Sama halnya di Pura Majapahit Jawa sekarang, sedang Pura Majapahit Jenggala Tulungagung di puja Leluhur Sri Adwaya Brama dan Ratu Mas dan Leluhur lainya, sedang Pura Majapahit Trowulan di Parhyangan Bathara Kawitan Majapahit, Ratu Mas dan Leluhur Majapahit lainnya. Kenapa Dara Jingga / Li Yu Lan / Dewi Wulan dimakamkan di Trowulan? Hal ini dapat dijelaskan karena di Timur laut Putri Cempa kurang lebih 300 meter ada batu bertulis “Pengadegning Bodhi Isaka 1203” (1281 M). Jadi ada bukti sebelum berdirinya Majapahit, tempat yang kemudian disebut Trowulan itu, telah terjadi penanaman pohon Bodhi oleh sang Budha ini mirip prasasti Candi Sang Budha di Borobudur dan prasasti kali buk-buk Singaraja juga di Klenteng Kwan Im Singapura Dilihat dari tahun ini adalah masa pemerintahan Raja Singasari (Sri Rajasa Kertanegra / Betara Siwa), jadi tempat suci Budha. Karena Putri Cina beragama Budha, maka dimakamkan ditempat suci Budha yang pada jaman Majapahit menjadi pusat kerajaan dan kemudian disebut ”Setra Wulan”, setra adalah makam,jadi jelasnya adalah makamnya Yulan, belakangan menjadi Setrawulan yang bahasa jawa, baru menjadi Trowulan (sekilas tentang Trowulan, Putri yang dari cina dikatakan putri Campa padahal banyak putri campa-putri campa yang mengikat pernikahan dengan pembesar jawa). Asal Agama budha masuk ke jawa / Bali tahun 400 M, jauh sebelum jaman Majapahit dengan candinya Borobudur, Kali Bukbuk-Singaraja Bali, Singasari,dll. Candi Borobudur termasuk 9 keajaiban dunia, di bangun Dinasty Sanjaya yang selesai 700 M pada masa Dinasty Sailendra dan kini menjadi “Pusat Arkeologi Dunia” satu-satunya Candi Budha terlengkap / terbesar di jagad raya. Suatu bukti bahwa jawa 1500 tahun yang lalu pada jaman Kerajaan Budha bisa menciptakan Candi yang mengagumkan dan tidak bisa dibuat “Insinyur” masa kini, harusnya kita sebagai pemilik bangga dengan “Karya Leluhur”. biarpun tidak bisa di upacarai di anggap sesat dan sirik padahal di arab cuma kotak di bungkus kain hitam, pemerintah arab INDONESIA, mengharapkan Borobudur lebih senang di pakai mesum, pacaran, wisata apalagi yang datang bulan bebas berkeliaran supaya taksu atau kekuatan Gaibnya sirna jadi terus bisa membodohi kawula alit negeri ini untuk menjarah bumi Majapahit. Demikian juga Sri Kerta Wardana / Sri Cakradara yang anak Putri Yulan mengawini Tri Buana Tunggadewi, Ratu Majapahit ketiga menurunkan putra Hayam Wuruk yang menjadi Raja terbesar di Majapahit yang selanjutnya menurunkan Raja-Raja Majapahit dijaw hinga berakhir. Jadi sejak Raja Hayam Wuruk Raja-Raja Majapahit selanjutnya adalah keturunan Putri Yu Lan (Garis Pradana) terbukti pengganti Hayam Wuruk yaitu Wikrama Wardana memakai nama Hyang Wisesa juga suami Dewi Suhita memakai nama leluhurnya yang dipuja di Besakih-Bali Hyang Wisesa yang beristrikan Ratu Mas / Indreswari dan sejak itu para Raja di candikan di ”Parama Wisesa pura”/ Hyang Wisesa pura. (Lihat media tv, koran dan lain-lain bukti kenyataan kita tidak bangga dengan sejarah bangsa sendiri dengan peninggalan-peninggalannya, malah sejarah bangsa arab, sejarah israel / Vatikan, Roma / India dan Tiongkok di banggakan dan kita seakan-akan lebih tahu, padahal kita berak (maaf), makan dan minum di bumi Nusantara yang kaya dan makmur, Apakah Tuhan / Alloh /Allah / Hyang Widhi / yang membuat jagad ini salah menempatkan orangnya atau anda jawab sendiri)

MEMBANGUN & KRITIK DENGAN JELAS

Comments megaburan Pro dan Kontra akan tetap Diterbitkan BEBAS

77 Suara Gemuruh to “SEJARAH IBU MAJAPAHIT NUSANTARA”

salam majapahit..
kita sebagai orang yang beriman jangan mengikuti amarah dan hawanafsu yang diwariskan leluhur kita.
semua kepercayaan/agama tidak ada yg buruk atau keji,hanya saja manusianya yg salah menerapkan yg akhirnya membuat citra buruk pada kepercayaan/agama tersebut,.
saya mencintai leluhur saya(majapahit,mataram dari kakek dan padjadjaran,kasepuhan cirebon dari nenek)hingga saat ini saya masih mendoakan mereka, tapi saya tidak menyembah mereka atau meminta pada mereka..karena mereka hanya manusia seperti saya saat ini..dan sepertinya aneh jika anak saya menyembah saya hanya karena saya orangtua mereka,seperti kita menyembah leluhur kita yg kebetulan mereka adalah raja..
kenapa kita tidak menyembah tuhan dan mendoakan leluhur kita,..definisi TUHAN/ALLOH yang saya maksud adalah yang menciptakan leluhurnya manusia,semesta alam dan tidak dilahirkan,melahirkan dan juga tidak sederajat atau sama seperti ciptaan nya....
bukan menuhankan manusia yang sakti atau yang tinggi derajatnya..
semoga kita termasuk manusia yang berfikir dan berakal..

Anonim mengatakan...
on 

Anda tidak tahu...penggebukan yang dilakukan orang/oknum/kelompok atas nama Alloh..?. mereka melakukan kekerasan itulah Dajjal

Anonim mengatakan...
on 

Ma`af !! antara sembah dan Bakti terhadap orang tua itu mungkin tidak diperlukan lagi setelah memeluk agama ....soalnya langsung pada Alloh nih !!. Begitu menurut Anonim (tak bernama, tapi ya..HAK ASASI ANDA) koq...

Goesti mengatakan...
on 

Tuhan ada disetiap ciptaannya, demikian juga Tuhan ada dalam diri Manusia yang bersemayam di hati setiap manusia. Dengan demikian dengan memuja leluhur pada intinya adalah sama dengan memuja Tuhan itu sendiri. Karena kita yang hidup di dunia ini sudah terlingkupi oleh materi, sedangkan leluhur kita adalah bukan lagi berbentuk materi akan tetapi sudah berbentuk dzat Tuhan yang disebut dengan roh/atma (jiwa yang kekal) yang sifatnya sama dengan paramaatman (Tuhan sendiri), dengan demikian penyembahan kepada leluhur sebenarnya sama dengan penyembahan kepada Tuhan itu sendiri.

Ajaran Budhi pada jaman Majapahit sangatlah luhur dan ini adalah ajaran dari leluhur kita, oleh karena itu sangat patut untuk kita lestarikan dan memang harus karena dari sinilah kita berasal. Asal kita bukanlah dari Arab atau dari Eropah, dan leluhur kita bukanlah Muhammad ataupun Yesus, oleh karena itu sangatlah salah kalau kita mengikuti ajaran yang jelas-jelas sudah sangat menyengsarakan hidup bangsa ini. Marilah saudaraku, sadarlah akan keluhuran ajaran leluhur kita, kembalilah kepada ajaran yang benar, hanya dengan kembali kepada ajaran leluhur kita sajalah kita (bangsa ini) akan menjadi bangsa yang gemah ripah loh jinawi, karena hanya dengan ajaran leluhur kita inilah yang paling tepat diterapkan dan diterima oleh Ibu Nusantara ini. SELAMAT DATANG KEMBALI KE PURA MAJAPAHIT.

Anonim mengatakan...
on 

Tidak pd tempatnya berdebat masalah keyakinan di tempat ini wahai keturunan majapahit (bila benar keturunannya..? ) Apa yang aku sembah bukan apa yang anda sembah, apa yang kalian sembah bukan pula apa yang aku sembah, bagiku agamaku dan bagi kalian agama(budaya) kalian. Silahkan berdiri dan berkembang wahai keturuna majapahit tapi janganlah menghujat orang atau agama lain.. tak usahlah menyimpan dendam kesumat tak berkesudahan...

Anonim mengatakan...
on 

wahh... kacaw ni..., coba deh belajar dari orang suci yang mengatakan: kalau ingin mengenal dunia ini, maka belajarlah dari 3 bangsa yang diakui langit: ISRAEL - MESIR - JAWA, salam rahayu...

Anonim mengatakan...
on 

setahu saya dan logika sejarah: maka MAJAPAHIT itu adalah JAWA, bukannya islam/kristen/hindu/buddha (hindu&buddha mungkin hanya 10% dari 100% pengetahuan JAWA), karena agama2 yang sekarang ada di tanah jawa itu adalah oleh-oleh dari para PEDAGANG ASING yang lagi cari PERUNTUNGAN di tanah jawa. Sejarah Nusantara kita ini sudah dipuntir sedemikian rupa oleh kepentingan golongan/budaya yang bukan berasal dari NUSANTARA untuk kepentingan2 dan pola2 meraih kekuasaan lokal (kejayaan dan ekonomi), berasimilasi sedemikian rupa hingga pada jaman sekarang ini dan hasilnya adalah kebobrokan MORAL dan MENTAL sebuah BANGSA. Mau diakui atau tidak, bangsa ini sudah KEHILANGAN KARAKTERnya (NUSANTARA), dan lebih senang menyandang karakter BANGSA LAIN (Eropa, Arab, Amerika, Cina, dll)... mugi rahaywa sagung dumadi ...

panembahan mengatakan...
on 

Kang mas Anonim dan Gusti Panembahan;...Benar ...setuju...harga diri bangsa...adat dan budaya sendiri dikalahkan oleh adat arab justru yang menerapkan orang ngaku di pulau jawa tapi disetir arab hingga bukunya arab yang satu2nya didunia memang benar dan paling benar....karena orang seperti itu tidak mau melihat budaya lain dan kitab lainnya...dasar dibodohin...sugeng rahayu sami

Anonim mengatakan...
on 

Ini bicara adat budaya atau agama ya? Budaya Nusantara itu yang mana sih? saya jadi bingung nih, jawa? bali? tapanuli? minangkabau? sumpah pemuda 1928? trims. Suyanto

Anonim mengatakan...
on 

Ya jelas anda bingung...500 tahun kena cekok budaya arab . ajaran arab. nama jawa tp gak tau jawanya...topiknya ttg budaya dan adat yg dikalahkan dg maksa oleh agama yg masih import. agama sah KTP..yg lain dicap kafir siapa yg mencap..ya jelas org brfaham agama berasal dr arab. gitu aja kog repot..kowe iki. jeneng jowo utek arab

Anonim mengatakan...
on 

Teorinya lakum dinukum waliadin spt anonim yg sok tau paling atas...liat prakteknya...anggap yg lain sesat...gak melek matanya ini lihat realita...nya...penyerbuan puro mojopahit trowulan salah satu bukti...dan banyak lainnya smbil koar2 olwohu akbar...olwohu akbar. arek trowulan keturunan mojopahit. kowe keturunan arab ora..? tp arab yg jahillyah

Anonim mengatakan...
on 

Ada yang bisa bantu saya tentang hubungannya RM Said atau biasa disebut dengan Pangeran Samber Nyowo dng keturunan Majapahit...?? Terutama dengan Ida Ratu Pedanda Sakti Wau Rauh..?? Mungkin pengurus Pura Majapahit yg di GWK bisa bantu saya..kalau bisa tolong sms ke nomer 085739627858 saya siap datang utk sharing dng beliau..saya tdk bisa menjelaskan disini secara detail..karena ini menyangkut perjalanan spirutuil..hanya yg benar2 tahu tntang hubungan yg saya sebutkan diatas..saya ingin sharing

Anonim mengatakan...
on 

Admin ;
Mas Anonim bisa menelusuri di PURO / KERATON MANGKUNEGARAN Surakarta Solo...yang mulia KGPAA MANGKUNEGARAN I juga bergelar Pangeran samber nyowo dan sekarang keturunan beliau sudah yang kesembilan yakni Paduka yang Mulia KGPAA MANGKUNEGARAN IX tapi bagi yang ingin memberi info lagi dipersilahkan menghubungi sdengsn SMS ke no. diatas...Kalau dengan keturunan dariIda Peranda Wawu Rauh...berada di Ubud atau di Bali dan ada juga di Jawa Timur... Rahayu, Assalamualaikum...Salam...ini juga masukan dari kami.. Terima Kasih

Admin mengatakan...
on 

TOLONG HENTIKAN DEBAT KUSIR KALIAN
Skarang yang menjadi persoalan besar adalah bagaimana tindakan qt sebagai generasi penerus MAJAPAHIT untuk mengembalikan kejayaan leluhur qt bukannya saling hujat dan tanpa langkah nyata maka hal itu tidak akan terwujud
Apakah qt hanya menunggu hingga waktu 2012 yang dikatakan mulainya masa kejayaan Majapahit terjadi, sementara qt tidak tahu siapa saja yang akan selamat?
Apakah akan terjadi penggulingan kekuasaan sehingga akan muncul Kerajaan Indonesia?
Mohon petunjuk apa yang akan qt lakukan?

Anonim mengatakan...
on 

Eling sedulur kabeh sing rumongso trah Mojopahit, singkirno roso dendam lan sak panunggalane !!
Podo enggal elingo kabeh, yen kabeh mau wis dhadi pepesten urip sing di kersakake " Gusti Ingkang Hakaryo Djagad " sepisan maneh, kabeh mau ono amorgo critane urip sing kudu mlaku utawa dilakoni.
Manungso kuasa opo, sing ono amung pasrah lan nglakoni opo sing dadi dawuhi urip.
Sing sabar sawetoro, nek wis wayahi njebul opo sing diangen - angenke kejayaan Mojopahit, yo mesti tho ... njebul, oro ono sing bisa ngalang - ngalangi. Urip tambah rekoso, jaman edan wis bisa dirasakake. Ayo sedulur kabeh inggal bali marang " Sajatini Urip "

" TEGUH YUWONO RAHAYU SLAMET, SLAMET KERSANING URIP ".

Matur Suwun ...

enthit mengatakan...
on 

Agama apapun tidak mengajarkan cacimaki, yg menyebabkan cacimaki adalah nafsu manusianya, runtuhnya majapahit merupakan kehendak dewata/takdir Tuhan.karena kekuatan majapahit hanya terletak pada GajahMada. Setelah gajah mada tiada keturunan majapahit berebut saling bunuh karena kepentingan politik.Kalau dulu jaman Singasari Ken Arok dibunuh oleh Anusapati dan Anusapati dibunuh Oleh Toh Joyo dan jaman Majapahit Bre wirabumi dipenggal kepalanya oleh raden Gajah, dst. Apabedanya sekarang anak cucu majapahit tetap bertarung : Amin Rais dan Gus Dur membuat Poros tengah untuk mengganjal Megawati, Kemudian dibalas Gus Dur dilengserkan oleh Megawati dan Amin Rais, dan seterusnya Megawati dan Amin Rais dikalahkan oleh SBY. Padahal SBY, GusDur dan Megawati jelas2 keturunan trah MAJAPAHIT. DAMAI AJA LAH MALU KITA SALING CACIMAKI( islam, hindu, buda, konghucu,kebatinan,saptodarmo sama aja tergantung orangnya ajarannya ADILUHUNG SEMUA)

Anonim mengatakan...
on 

Tulisan dengan judul " SEJARAH IBU MAJAPAHIT NUSANTARA" masih bisa diperdebatkan salah satunya adalah sbb .....Arya Dhamar, yang disebut juga dengan Arya Teja alias Kiyayi Nala atau Adityawarman. Seperti yg sering kita baca dalam cerita babad Adityawarman hidup pada jaman Gajahmada sedangkan Aria Dhamar hidup pada jaman Prabu Kertabumi karena dia adalah anak Prabu Kertabunmi atau Brawijaya V. Mohon penjelsan........

Anonim mengatakan...
on 

Tidak perlu diperdebatkan...sekarang yang penting bagaimana meneruskan impian leluhur untuk Nusantara...menuju keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia bial sila-sila yang lain dari PANCASILA sudah terlaksana...bukan malah dijadikan arab semua (arabisasi) tttd..DjOKO KELONO

Anonim mengatakan...
on 

lupa pada leluhur... sama dengan lupa pada diri kita sendiri.,
(kacang yang lupa dengan kulitnya)

Anonim mengatakan...
on 

Jangan lupa Majapahit lah yang menghancurkan Sriwijaya dan juga mengkhianati bangsa Sunda dalam perang bubat. Nusantara ini bukan milik Jawa tapi milik seluruh bangsa Nusantara.

hure mengatakan...
on 

Kamu itu Hure dapat bisikan sejarah darimana...Dari Arab ya...!. Kamu itu tak tahu apa berarti hanya koar-koar seperti di mesjid tadarus tapi gak tahu artinya...bukti bubat sampe detik ini tidak ada...Sriwijaya dipalembang masa tahun berapa...kamu tahu tidak orde lama berganti orde baru...dengan Pro dan Kontra...Nah yang perlu kamu pikirkan Hure...Nusantara ini sudah jadi arab...bahkan melebihi arab 1000 an tahun lalu yang jahilliyah...siapa yang gak kenal bahasa arab....Pro dan Kontra...bahkan sekarangpun Majapahit juga berganti hanya sejarah yang pernah menyatukan NUSANTARA dan menciptakan PANCASILA itu yang perlu kamu telusuri...(bangga dengan sejarah leluhur sendiri)....sekarang jadi arab semua....ma`af admin aku beri pengetahuan untuk si Hure...mumpung uteknya masih waras...bisa berfikir....bukan malah mengadu domba...atau memecah belah seperti ini biar Sunda dan Jawa perang lagi...dasar otak Dajjal...ya begitu...bukti gak ngarti...sudah banyak cincong...(kasar memang bahasaku)......

Anonim mengatakan...
on 

Perangnya masalah apa...kan hanya mengira-ngira...sekarang ini lo Hure FPI perang dengan Ahkmadiyah...FUI perang HKBP...Ormas-ormas hebat perang dengan ormas-ormas yang merasa hebat juga....FBR...dengan tukang parkir ...lainnya....kamu tahu tidak......!...matamu kan masih bisa melek ... melihat....sejarah tidak tahu kamu bikin dasar untuk ngadu domba...dasarrr budak arab kao ini....hure...hure....

Males Ngomong mengatakan...
on 

Tunjukan bukti dan sjarahnya...Hure....jangan hanya lempar argumen tapi lari gagap tak bisa komentar kelanjutannya....tunjukan prasastinya...hanya hanya kamu itu dicap sebagai pemecah belah....dasar....generasi besar mulut !!!

Anonim mengatakan...
on 

إِنَّ اللّهَ لاَ يُغَيِّرُ مَا بِقَوْمٍ حَتَّى يُغَيِّرُواْ مَا بِأَنْفُسِهِمْ


Artinya : “Sesungguhnya Allah tidak mengubah Keadaan sesuatu kaum sehingga mereka mengubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri.” (QS. Ar Ra’du : 11)

berusaha mengubah supaya semua tidak jadi arab hingga anti dengan adat dan budayanya sendiri

Anonim mengatakan...
on 

Setelah membaca artikel ini SEJARAH IBU MAJAPAHIT NUSANTARA, Ibu leluhur kita IMPORT dari China ya... Sayakira cuma Islam aja yang IMPORT dari Arab. Rupa-rupanya Ibu Majapahit pun IMPORT, demikian juga dengan agama leluhur majapahit IMPORT dari INDIA (Hindu-Budha).

So, mana yang Asli Majapahit?

Salam dari:
Anonimous Keturunan Jawa-Ngapak!

Anonim mengatakan...
on 

Yang asli itu ya mbahmu kuwi...to le..!

Anonim mengatakan...
on 

Jadi, mbahku asli yo... nek ngono mbahku wae sing dijadikan simbol keaslian nusantara. kalo majapahit kan gak asli, Ibu para raja import dari china, agama import dari India...? ha ha ha ha...

Kalo asli nusantara itu tidak mengenal kasta dan sistem kerajaan, melainkan egaliter dengan sistem primus interpares, kedatangan hindu (agama impor dari India) maka tatanan sosial masyarakat asli nusantara yang menganut PRIMUS INTERPARES, berubah menjadi berkasta-kasta dan otoritarian kerajaan Hindu!

Anonimous Keturunan Jawa Ngapak

Anonim mengatakan...
on 

Para teman2ku yg baik (dan aku percaya semua punya niat baik...)
Ijinkan aku berpendapat...
Aku setuju bahwa kita harus menjaga warisan leluhur kita dengan baik...
Aku juga sangat setuju bahwa kita harus bisa berbakti pada orang tua dan para orang tua dari para orang tua kita.
Tapi apa warisan sekaligus titipan terbesar yg kita miliki sekarang dan paling nyata...?
Indonesia, kita semua dan masa depannya. Itu yang paling nyata. Kerajaan aceh, pasai, kutai, tarumanegara, sriwijaya, pajajaran, majapahit, demak, mataram dan lain2nya hidup dan berdiri pada masanya masing2.
Itu garis sejarahnya. Dan aku yakin leluhur kita bisa menyadari itu. Itu sebabnya majapahit tidak mau ambil jalan perang saat demak hadir.
Kita selalu sibuk berperang dengan ancaman dari luar, tapi kita yata bertikai dengan sesama kita, sesama anak cucu dari leluhur kita juga.
Ada banak agama, ada banyak keyakinan, ada banyak pemahaman. Itu riil ada dalam rakyat Indonesia saat ini.
Haruskah semua yg impor dibunuh dan diusir dari negeri ini...?
atau
Haruskah semua yg asli dari leluhur kita semata dianggap sebagai sekedar pengetahuan sejarah atau orang pinggiran di negerinya sendiri...
Dua2nya enggak kan...?
Itu sebabnya kita punya bhineka tunggal ika. Itu sebabnya indonesia punya pancasila. Karena itu yang paling tepat.
Jadi apa yg mau kita kejar sebenarnya...?
Kejayaan majapahit yang berulang...? Atau berlakunya hukum agama secara ketat...?
Bukan juga keduanya toh...?
Karena yg kita kejar adalah keadilan sosial, kesejahteraan rakyat, dalam koridor ketuhanan dalam kondisi keberagaman serta dengan alat permusyawaratan. Itu kan...?
Jadi usulku, mari kita gali prinsip berbangsa yang terbaik bagi semua, bangun saling pemahaman atas perbedaan, simpan bibit pertikaian yg non prinsipil.
Tp kalo ada yg reseh, dan ngerusak prinsip kita semua (pancasila), naaah...itu namanya anak nakalnya leluhur. Sebagai sodara kita wajib ngedidik dan menghukum secara konstruktif....hehehe.
Sekali lagi ini era Indonesia, setidaknya istilah itu yg disepakati dalam Pancasila. Jadi, hadapi kenyataan keIndonesiaan saat ini dunk...hehehe
Maafin kalo ada salah kata.
Kao tulisan ini jadi bibit perdebatan yg menjurus pertikaian, yaaa anggap saja tulisan ini nggak pernah ada...
hehehe

abdi teh inyong mengatakan...
on 

Buat abdi teh inyong....

Salut sekali dengan anda, semoga kearifan anda akan diteladani oleh pengelola website gratisan ini agar lebih profesional, tidak berisi caci maki, sumpah serapah, tetapi penuh berkah dan hikmah... Peace Bro...!

Salam dari:
Anonimous Keturunan Jawa Ngapak

Anonim mengatakan...
on 

Setuju sekali buat ABDI TEH INYONG... (INI BAHASA SUNDA ABDI=INYONG=GUA=GUE=AMBO=SAYO=AKU....).

Mestinya spt kata ABDI... termasuk si pengelola website ini.... sehingga artikel-artikelnya, sekalipun ungkapan kritik, protes dan lain sebagainya, tetapi dikemas dengan bahasa yang santun dan tajam. Bukan kasar dan rendahan, sehingga terlihat lemah dalam argumen dan analisis, dus, sangat provokatif.

Tapi kalo tujuannya adalah untuk provokasi sih ya nggak papa web ini seperti ini. Tetapi kalau tujuannya menegakkan budaya bangsa, yang notabene menggunakan simbol majapahit, ya sangat disayangkan bila direpresntasikan melalui web yang isinya seperti ini.

Salam dari:

Anonimous Keturunan Jawa Ngapak

Anonim mengatakan...
on 

Akan ada perubahan .... semua Mahluk memeluk satu agama - Yaitu "TUHAN"

Anonim mengatakan...
on 

Bodoh...!!! terjebak dan terseret arus pemikiran pemilik situs ini. Picik Bagai Katak dalam tempurung.....

Anonim mengatakan...
on 

Semoga kebenaran akan terjadi...dan segala bentuk penjajahan religi dan adat istiadat segera berakhir...agama yang menghormati keragaman dan kebersamaan tanpa merendahkan agama lain...tanpa menimbulkan rasa takut terhadap agama lain dan memberikan kebahagiaan "memayu hayuning bawana"... ingat jaman ini adalah jaman menuju hari kiamat hanya sebagian kecil penghuni dunia ini yang akan diselamatkan-Nya...orang yang menghormati leluhurnya..."manungso iku bakal ngunduh wohing pakerti sopo sing nandur pari bakal ngunduh pari sopo sing nandur pace bakal ngunduh pace"...semoga kita dianugerahi-Nya

Putra Indonesia mengatakan...
on 

Wahai Putra Indonesia,

Menghormati leluhur adalah kewajiban, menyembah leluhur adalah kecelakaan...

Salam dari:
Anonimous Keturunan Jawa Ngapak

Anonim mengatakan...
on 

Salam Indonesia,

Setahu saya majapahit itu tidak identik dengan hindu atau budha. Coba baca penemuan dari Universitas Gajahmada..

Anonim mengatakan...
on 

Damai...damai...bangsaku. Numpang lewat, sebagai keturunan dari Putri Majapahit (Kakek moyang buyutku TUAN SORBA DI BANUA /garis ke IV dari RAJA BATAK, beristrikan Putri Kerajaan Majapahit) saya jadi tertarik dgn sejarah Majapahit. Saya berharap kita-kita anak bangsa bisa memahami bahwa pd masa-masa lalu itu agama belum seperti sekarang (bangsa Batak dulunya juga pemuja leluhur/ Parmalim/Mula Jadi Na Bolon)jadi marilah kita memilah-milah mana yg bernilai teologis/religi, antropologis dan mana yg bernilai sejarah...OK ? Yg menjadi pertanyaan saya kpd Admin adalah : Putri yg dari Raja Majapahit yg mana kah itu nenek buyut kami ? (Gelar/nama sang Putri bagi kami orang Batak adalah SIBASOPAET). Terimakasih. Oh ya lupa, maaf nama saya DIRMANSU SITOMPUL, email: syairlagukehidupan@yahoo.com

Anonim mengatakan...
on 

Om sawstiastu,
saya ikut numpang pemikiran, web ini sangat seru dan emosional tapi bagi saya sangat bagus. namun di balik semua ini saya harap setiap orang sadar bahwa setiap agama mengajarkan cinta kasih dan hidup damai. dua kata tadi sangat luas artinya bahwa kita harus saling menghargai dan toleransi serta mencintai setiap orang sebagai satu rumpun manusia yang sama punya hak dan kewajiban. kalau ini di kaji dan di terapkan dalam langkah kehidupan sehari-hari saya nyakin tidak ada perang di timur tengah atau penjajahan di mana mana. semoga kita saling menilai diri dan berprilaku yang pantas.

salam hormat saya

sidemen man.

sidemen man mengatakan...
on 

Dari kecil sampai tua kita sudah hidup dalam lingkungan masyarakat, yg dijejali curiga dan kebencian. Orang lain dipastikan masuk neraka, dan najis jika bersentuhan. Setiap kebutuhan orang lain untuk membangun rumah ibadah harus dicegah, dari perijinan sampai pembangunan. Kalau perlu yg sudah ada dihancurkan. Kerukunan beragama yang semu ... hanya tunggu waktu bahwa Pancasila akan menjadi sejarah saja .... Bukankah disekeliling kita juga telah luntur rasa kebangsaan dan kesatuan ? Kita adalah korban dari sistim dan doktrin, dan mata hati tak mampu lagi melihat makna dengan jelas. Nurani telah dibutakan . Rasa kemanusiaan telah luntur oleh uang , kedudukan dan status sosial yang bisa diberikan dengan bebas ... terserah tokoh dan pemimpin mana yang ngomong .... Kapankah kita dapat memandang dengan utuh manusia sebagai manusia ? ataukah kasih dan sayang hanyalah kata biasa tanpa getaran rasa di dalam jiwa ....???

Anonim mengatakan...
on 

Saya lebih suka melihat kenyataan daripada melihat ramalan.
Kalau melihat trend, keadaan negara kita tak akan lebih baik.

Agama tak mampu mengubahnya. Lihat saja sekitar kita, bukankah demikian banyak tempat ibadah ? Selama tokoh2 tak mampu memberi contoh dan teladan hidup, kalimat2 fasih yang dilantunkan hanya nikmat ditelinga , maka hati manusia akan tetap buas.

Daripada menyembelih kambing dan sapi , mendingan menyembelih binatang buas yang didalam diri kita. Kita sendiri yang berdosa dan bersalah ... eh ... kenapa mahluk lain tak bersalah yang dikorbankan ? Masih berfungsikah akal kita ???
Masih jujurkah kita kepada hati nurani ???
Ataukah kita masih senang dengan binatang2 liar dan buas berkembang biak didalam jiwa kita ???

Dari : Angka 6.

Anonim mengatakan...
on 

Menurut trah majapahit, kang suryo iki gak jelas keturunane sopo. Mungkin anggota ketoprak sing kerauhan roh nyasar sehingga merasa jadi keturunan majapahit. Silsilahnya aja gak jelas.

Anonim mengatakan...
on 

Sing nulis iki kasta Sudra mosok Raja Jawa mbok'e turunan Lonte cino agamanya nyembah tuhan sapi,gendeng opo?(jowo Asli).Le' wani tulis alamat rumah...sapi....

I Kentut Dewa Siwak mengatakan...
on 

Matane ora ndelok banjur nulis,,,micek delengen kowe Kentut,,,Jumpruttt

Anonim mengatakan...
on 

Setelah kupahami, ternyata website ini memang diciptakan untuk memfasilitasi sumpah serapah, caci maki, hina dina, penyulut perpecahan berbasis SARA. Betapa tidak, mulai dari artikel atau posting dari penulis dan admin hingga komentar-komentarnya semua senada berupa caci maki, sumpah serapah, kata-kata jorok, penylut perpecahan, dan lain sebagainya. Suatu tindakan yang hina untuk menggunakan sebuah nama besar MAJAPAHIT.

Sungguh, suatu tindakan yang berlawanan dengan sikap dan sifat adiluhung kstatria majapahit. Tetapi, menggunakan nama majapahit untuk nama web. Suatu pembajakan nama majapahit untuk tujuan hina dina!

Salam dari:
Anonimous Keturunan Jawa Ngapak.

Anonim mengatakan...
on 

ingatla sejarah Mocopait yang menjajah negeri lain... serta pristiwa paling memalukan dan pengecut yaitu "perang BUBAT" dimana utusan kerajaan Siliwangi yang datang sebagai utusan mengantar menikahkan Putri Dyah...tapi pengecutnya maocopait ternyata tidak puas hanya dengan mengambil hanya putri tapi juga mencegat utusan2 Siliwangi di wilayah Bubat lalu membantai abis mereka... ini lah akibat jiwa putus asa Ayam Buruk....kerajaan2 lain yang lemah bisa ditaklukan dengan mudah tapi tidak dengan Kerajaan sekuat Siliwangi...jangankan mau ngejajah Siliwangi, masuk ke wilayahnya sedikitpun gak pernah (hingga sekarang, inilah kenapa org sunda sangat alergi mendengar majapahit dan sifat pegecutnya di Bubat.... liat aja sampai2 akibat peristiwa ini gak ada tuh nama2 berbau majapahit di Jawa Barat (gak masuk dan karena org sana alergi memakai nama majapait)..bahkan akibat peristiwa buruk dan pengecut majapahit dampaknya sampai2 masyarakat Sunda (hingga sekarang pun masih) memiliki sifat enggan untuk menikahkan Putri mereka dengan laki2 asal Jawa

gak percaya???...
tanya aja orang Sunda ....jangan jadi kodok dalam batu woi...

Jangan mimpi mendirikan Mojopahit lagi woi... langkahi dulu tetangga kalian, orang Sunda(Jawa Barat) dan Jakarta (Betawi).... sebab tidak ada sedikitpun pengaruh Mocopait di wilayah ini....

sebab wilayah ini bukan taklukan Mocopait...gak pernah ada sejarahnya mocopait masik wilayah ini (beraninya kan cuma di Bubat!)

buat pengagum Mocopait silakan saja kalian terus bermimpi dan mengigau sambil minum arak murahan asal Bali... sebab hanya dengan cuma dengan minum Arak Bali saja lah, kan kalian bisa fly dan bermimpi tentang kemegahan Mocopait...

oia jangan lupa dendam kesumat dan kebencian kalian dengan wong bewok Arab semoga saja tidak mengganggu tidur panjang kalian kelak....semoga bisa R.I.P lah alias Rest In Peace atau Istirahat dalam Damai

(emang bisa yah???? lah wong setiap denger kata Arab, wong bewok dan Islam aja bencinya bukan main??? wkwkwkwk)

yang kayak gini mau ngarep R.I.P..???

mimpi!!!!

Anonim mengatakan...
on 

awas saja kalau sampai Majapahit ingin ditegakkan kembali.....kami2 orang2 SUNDA tidak segan2 memberontak....

ANTI PENJAJAH MAJAPAHIT....

Ingatlah kejahatan biadab kalian MENJAJAH...

Ingat lah kejahatan biadab kalian yang sangat pengecut yaitu MEMBANTAI utusan Sunda dalam perang BUBAT

Jangan sampai sejarah kelam dan pilu dalam kemanusiaan kembali terulang oleh orang2 FASIS semacam titisan AYAM JELEK dan GAJAH BENGKAK...

AYAM JELEK = HITLER
GAJAH BENGKAK = MUSOLINI


GERAKAN ANTI MAJAHAHIT

(karena MAJAPAHIT = MENJAJAH dan MENJARAH secara PAHIT wilayah2 lain dengan cara keji)

Anonim mengatakan...
on 

awas saja kalau sampai Majapahit ingin ditegakkan kembali.....kami2 orang2 SUNDA tidak segan2 memberontak....

KAMI SUNDA ANTI PENJAJAH MAJAPAHIT....

Ingatlah kejahatan biadab kalian MENJAJAH...

Ingat lah kejahatan biadab kalian yang sangat pengecut yaitu MEMBANTAI utusan Sunda dalam perang BUBAT

Jangan sampai sejarah kelam dan pilu dalam kemanusiaan kembali terulang oleh orang2 FASIS semacam titisan AYAM JELEK dan GAJAH BENGKAK...


karena MAJAPAHIT = MENJAJAH dan MENJARAH secara PAHIT wilayah2 lain dengan cara keji



AYAM JELEK = HITLER
GAJAH BENGKAK = MUSOLINI


GERAKAN ANTI MAJAHAHIT

Anonim mengatakan...
on 

hahahahahahaha.....sangat memalukan bila dilihat sejarah majapahit runtuh.....

runtuhnya bukan diserang oleh kerajaan lain tapi oleh keserakahan jiwa menjajah kalian....sampai2 mengorbankan saudara kalian sendiri SUNDA untuk ditaklukan.....namun Tuhan tidak tidur....bangsa2 lemah lain boleh kalian zolimi dan aniyaya serta kalin peras dan jajah....tapi tidak dengan SUNDA.....

hahahaha......padahal baru sekali saja majapahit mencoba menyenggol SUNDA di perang Bubat yang kalian, majapahit, kobarkan dan buat sendiri.... namun Tuhan sudah MURKA...

justru perang Bubat itulah AWAL dari AKHIR SEJARAH MAHAJAJAH MAJAPAHIT....

SUNDA tidak menghancurkan Jajahpahit dengan mengirim Kesatria terhormat....namun cukup dengan menunjukan perbuatan khianat, keji dan kotor yang Jajapahit lakukan oleh GajahMabok terhadap utusan kehormatan dan rombongan sipil pengiring Putri Dyah dari Kerajaan Sunda. Karena peristiwa inilah yang membuat PenDuka Ayam Buruk kemudian Nelongso gak karu karuan hingga akhirnya stress kabur mewek minggat dari kerajaan dan pergi hilang (mungkin MAMPUS) entah kemana atau dimakan apa (mungkin tikus, mungkin macan jawa, mungkin Celeng), atau mungkin mati kelaperan....

itulah AWAL DARI AKHIR KISAH JAJAHPAHIT rajanya idup gak tenang karena berdosa, patihnya stress karena gadis impiannya tiada, para petingginya salingbunuh berebut kuasa, rakyatnya gak keurus, dan wilayah jajahannya akhirnya melakukan pemberontakan....

sejarah akhirnya adalah....JAJAHPAIT kemudian hancur berkeping2

ditelan KARMA dan WAKTU....



-GERAKAN ANTI FASISME JAJAHPAIT-

(mari kita seret (di jalanan pake truk) dan adili Almarhum Eyang Suryo Brahmaja(RIP) yang ngaku2 Raja keturunan majapahit sesuai dengan Hukuman Keras zaman Kerajaan Majapahit yaitu di penggal lidah dan pancung kepala di depan umum)

Anonim mengatakan...
on 

OSA.maaf saya sedikit ikut gabung dalam rubrik ini,benar seperti apa yang disampaikan kawan2 sebelumnya,tidak ada satupun agama yg mengajarkan pemeluknya untuk saling menjelekan sesama ciptaan Tuhan.
semua agama mengajarkan tentang kebaikan,jikalau ada oknum yg berbuat merendahkan orang lain yg tidak seiman barang tentu karna pemahamannya masih sepotong2.saya juga merasa kaget,setelah direnungkan pastilah ada keturunan Raja Majapahit,cuma orang yg ngaku trah Majapahiy itu perlu mengungkapkan dengan jelas dari mana dan kemana urutan keatasnya.
Saya salah satu keturunan Ronggolawe yg menurut versi majapahit dikatakan Pembrontak,walau sebutan itu sangat menyakitkan tapi saya tidak pernah merasa dendam termasuk dengan orang yang ngaku keturunan Majapahit yang tertera dala rubrik ini.cuma pesan saya jangan membawa nama majapahit untuk hal2 yg kurang baik,lihatlah pepaatah jika memang emas walaupun taruh dilumpur tetap aja akan bersinar,dan tidak perlu teriak mengatakan diri EMAS atau INTAN dsbnya.bila ada yg saudaraku yg kurang paham atau tersnggung mohon maaf,saya bicara seperti ini untuk menyudahi pertentangan cacian sesama anak Nusantara,OSSO

diah_iapinatih@yahoo.com mengatakan...
on 

diah_iapinatih@yahoo.com, memang benar kata anda. Web ini dibangun justru semakin menunjukkan borok-borok majapahit masa lalu untuk kemudian diungkit-ungkit.

Celakanya, yang digugat oleh orang-orang yang tergabung di web ghebhelg ini adalah kedatangan "dajjal arab" (baca: Islam). Seakan-akan kehancuran majapahit adalah karena adanya dajjal arab menurut istilahnya orang web ini, Islam = dajjal Arab).

Padahal, kehancuran majapahit sudah menjadi keniscayaan. kenapa sebuah keniscayaan? karena kotradiksi dan pertentangan internal begitu tinggi. Anda sudah menyebutkan sendiri bahwa anda adalah keturunan "Si Pembrontak" Ranggalawe. tentu saja anda tidak suka dikatakan keturunan pemberontak. Tetapi poin saya bukan anda sebagai keturunan ranggalawe, melainkan bahwa ternyata di masa kejayaan majapahit, pemberontakan, peperangan, perebutan kekuasaan dan lain sebagainya terus menerus terjadi. Ini artinya apa? Artinya apa yang digambarkan oleh orang-orang web ghebhleg ini gugur demi fakta.

Jeleknya, orang-orang di web ghebhleg ini selalu mengidealkan kehidupan yang makmur tata titi tentrem kertaraharja pada era majapahit dan semua itu menjadi hancur karena "dajjal arab". Suatu kesimpulan yang ceroboh dan konyol alias koplo!

Kenapa kesimpulan yang ceroboh? lha wong pemberontakan, penjajahan, penindasan, perebutan kekuasaan, dan huru hara lainnya marak terjadi di setiap masa penguasa majapahit. Jadi kalo menginginkan Indonesia kembali ke masalalu majapahit adalah ajakan yang goblok alias tolol akibat berpikir pakai otak udang di dengkul!

Demikian.

Salam dari:
Anonimous Keturunan Jawa Ngapak!

Anonim mengatakan...
on 

Udah jangan berdebat,

Ingat Wejangan Sedulur papat( Djoborolo/Djibril, Mokoholo/Mikhail, Hosoropolo/Hisropil dan Hojorolo/Hijroi) pada Prabu Joyoboyo, Untuk selalu mengingat Gusti (Gusti Alloh SWT):
http://alangalangkumitir.wordpress.com/2008/09/20/wejangan-joyoboyo-bab-dumadine-manungso/

bambang_w mengatakan...
on 

Wahai bambang_w... ini bukan masalah debat mendebat. Tetapi masalah kepicikan orang berpikir harus diberi wawasan....

Salam dari:
Anonimous Keturunan Jawa Ngapak

Anonim mengatakan...
on 

Kembaran web ghebhleg ini: http://surya-majapahit.co.cc, gak mau membuka komen.... takut mungkin kalo muncul komen-komen seperti di sini... wkwkwkwkwkwkwkwkwkwkk.....

Salam dari:
Anonimous Keturunan Jawa Ngapak

Anonim mengatakan...
on 

becik ketitik olo ketara

Anonim mengatakan...
on 

faktannya adalah majapahit dan jg kerajaan sebelumnya pernah mngalami kejayaan...dan juga kehancuran...adalah wajar jika keturunannya punya mimpi mengambalikan kejayaan itu....persis seperti umat islam yg terkenang kejayaan islam jaman kekalifahan....sekarang mereka jg punya mimpi untuk berjaya kembali....

Anonim mengatakan...
on 

Ya sudah, bangunlah mimpi-mimpi Majapahitmu itu asal jangan menganggap diri paling asli dan mengecam orang Islam dengan importir budaya karena majapahitpun adalah penganut dajjal india kuno yang tentu saja bukan asli nusantara.

Selamat meraih mimpi!

Salam dari:
Anonimous Keturunan Jawa Ngapak.

Anonim mengatakan...
on 

Sembah dan bhakti yang dimaksud bukan secara ritual tapi secara akhlak,jadi jangan salah persepsi.Karena untuk menyaksikan adanya Allah berarti kita harus sadari awalnya dengan keberadaan orangtua kita.Itu merupakan pelaksanaan aplikasi dari kalimat syahadat yang pertama,soal lakum dinukum waliyadin jangan cuma deartikan dia agama non islam dan kita islam,tapi bisa diterapkan dan dipahami dengan seberapa besar pemahaman agamamu dan seberapa dalam agamamu,jika orang lain belum seluas pemahaman kita jangan memaksa pemahaman kita kepada orang lain.Itu maksudnya lakum dinulum waliyadin,bagimu agamamu bagiku agamaku.Yang utama dalam komentar disini buatlah orang menjadi paham bukan emosi.

Anonim mengatakan...
on 

Banyak orang senang dan fokus melihat perbedaan yang ada bukan melihat diri sendiri,bercermin,hisab diri,ilmu dan pengetahuan baru sebesar buih dilautan sudah berkata-kata seperti layaknya memiliki ilmu sealam dan seluas samudra.Hai..saudara-saudaraku itupun kalau mau dianggap manusia makanya kusebut saudaraku,jika ingin menjadi manusia insanul kamil atau sampurno djati berucaplah yang baik dan benar,sampaikan syiar itu dengan tutur kata yang sopan..dan bagi wong jawa berarti manusia yang sadar dan paham harap maklum terhadap orang2 yang belum mengerti justru disitu kalian diuji kejawaaan kalian yang mana wong jawa itu lemah lembut,sopan,dan berprinsip.Jika seandainya Allah ingin islam lansung muncul dan menjadi suatu sistem yang siap pakaibisa saja Dia turnkan di tanah jawa,karena akar budaya dan filosofi nya sangat klop dengan islam,tapi karena islam itu ingin dibuat agar tahan terhadap segalasesuatunya maka diturnkan di tanah arab,yang mana bangsa arab adalah bangsa yang keras dan tidak tahu apa-apa,kalau mau lebih kelas hubungi sya biar kita bisa sharing mengenai akidah,akhlak,kejawen dan semuanya.......wasalam..rahayu,,rahayu,,rahayu.

Anonim mengatakan...
on 

hahahahaha..... anonim di atasku ini bagaimana sih.... yang seharusnya berucap dengan baik dan benar adalah penulis artikel web ghebhelg ini. Coba kau baca! Apakah posting artikel di sini dengan sopan, baik dan benar? padahal mereka (penulis) mengaku sebagaio orang jawa yang katamu harus sopan dan santun?????

Sadarlah wahai kau saudaraku???? atau kau juga bagian dari penulis web ghebleg ini??? Kalo kau bagian dari web ghebleg ini maka wajar jika telunjukmu tidak pernah kau arahkan kepada pendukung web ghebleg ini....hahahahaha....

Seharusnya jika kau mau adil, telunjukmupun harus kau arahkan juga kepada penulis dan pendiri web ghebleg ini. Apakah kau pikir juga bahwa cara-cara yang ditempuh oleh web ghebleg ini merupakan cerminan karakter adiluhung Jawa????? Entah kalo Jawa-nya Jawa jajahan pantat India! (Wah, gak sopan ya bahasaku???? LIhat juga bahasa artikel web ghebleg ini, sadar tak kau wahai anonim?????? Semoga Tuhan Yang Maha Esa membuka hati dan pikiranku dari kegheblegan ini!)

Salam dari:
Anonimous Keturunan Jawa Ngapak

Anonim mengatakan...
on 

Nambah:

Wahai Anonim.... kau nulis bahwa "Yang utama dalam komentar disini buatlah orang menjadi paham bukan emosi." Maka aku menulis "Seharusnya mendirikan web dan menerbitkan artikel itu yang membuat orang paham, bukan emosi!"

Kau harus tahu, tulisan di web ini bukan membuat orang paham, melainkan perpecahan NKRI! Sadarkah kau wahai anonim saudaraku???? Ghebleg banget sih!

Dan, mari kita hormati leluhur, bukan menyembah leluhur. Betul katamu bahwa SEMBAH DAN BAKTI itu bukan tindakan ritual, melainkan penghormatan. Aku setuju sekali ini (jempol buat elo!)

Terus, yang fokus kepada perbedaan justru para penulis artikel web ghebleg ini lho! cobalah baca postinganya secara seksama dan menyeluruh. Semoga Sang Hyang Widi membuka hatimu, wahai anonim! dan tidak lagi ikut-ikutan Ghebleg seperti web ghebleg ini!

Salam dari:
Anonimous Keturunan Jawa Ngapak

Anonim mengatakan...
on 

untuk keturunan jawa ngapak..
janganlah mngegelblegkan orang lain...belum tentu anda lebih baik..anda mengaku isalam..agama anda nggak mengajarkan seperti itu, berilah contoh islam yang baik pada diri anda, insya allah orang lain akan mengikuti, nabi Muhammmad tidak pernah menggeblegkan org lain , tidak pernah merendahkan org lain...itu sebabnya banyak pengikut..

Anonim mengatakan...
on 

Wahai Anonim... anda itu sudah ghebleg lagi koplo berpikirnya!, kau merasa seang ya dengan adanya web seperti ini ha? jangan semakin ghebleg ya? Di sini bukan tempatnya untuk bica lebih Islam atau yang kurang Islam. Yang ada web ini telah memcah belah NKRI dengan logika Ghebleg dan koplonya. Semoga Sang Hyang Widi memberimu pemahaman atas apa yang kumaksudkan!

Salam dari:
Anonimous Keturunan Jawa Ngapak.

Anonim mengatakan...
on 

WEB IKI KOYOK ASU......
NGAKU ASLI MOJOPAHIT.... PALSU... ATIMU PALSU>>>
TUMINDAKMU PALSU KOYOK ASU>>>>>>
OALAH LE tole......
KOEN YO GAK NGERTI MOJOPAHIT... eh TURUNANE RA BANYAK.. Pemberontak asu... MAJAPHIT AKHIR GAK DI TROWULAN tapi nang DAHA/KEDIRI CUK..
MOJOPAHIT GAK DIANCURKAN RADEN PATAH... tapi Raden Patah sing bales kematian prabu brahwijaya yang digulingkan Bhre Daha : Dyah Girindawardana..(giridawangsa)

Aku AREK MOJOPAHIT.... ASLI MOJOKERTO.
Tingkah polamu koyo ramapatih... Tukang Hasut Bangsat...

ISLAM-HINDU-BUDHA wis berdampingan sejak lama cuk... nang mojopahit.
Koen paling keturunan wong pemberontak mojopahit terus mlayunang BALI..

Untuk Yang ngaku urang sunda... Hal itu sudah terjadi,, yang jadi pertanyaan..? KENAPA TIDAK ADA PENYERBUAN BESAR-BESARAN DARI PADJAJARAN KE MOJOPAHIT SETELAH PERANG BUBAT...? TAHUKAH ANTARA SUNDA GALUH DAN PADJAJARAN JUGA SERING PERANG ( ARYA BANGA VS CIUNG WANARA). TAHUKAH ANDA BAHWA JAMAN DULU RAKYAT SAJA TIDAK BISA MELIHAT WAJAH RAJANYA. LIHATLAH FILM KOREA SEJARAH KERAJAAN RATU PERTAMA DI KOREA. PENUH INTRIK, DAN KEMUNAFIKAN.

BLOG IKI KOYO KONTOL...
GAK MBARAI TAMBAH PINTER TAPI MALAH TAMBAH GOBLOKNO... JUANCUK KONTOL SAPI ASU....

arek mojopahit asli mojokerto

Anonim mengatakan...
on 

hahahahahaha.... inyong ora milu-milu kaya Anonim seduwure inyong kiye... wkwkwkwkwkwkwk.....

Ananging inyong setuju karo Anonim seduwure inyong kiye. jan blog kiye pancen ghebleg banget marakna ghebelg wong liya... wkwkwkwkwkwk..

Salam dari:
Anonimous Keturunan Jawa Ngapak.

Anonim mengatakan...
on 

saya memiliki pertanyaan untuk diri saya dan untuk semua orang yang membaca pertanyaan saya...
1. dari mana bukti dari semua perkataan kita?
2. untuk apa kita diciptakan?
3. apa yang kita inginkan dari lahir di dunia ini?
4. apa tujuan anda hidup?
5. untuk apa ada ornag lain?
6. darimana kita dapat katakan sesuatu yang setiap saat kita katakan adalah benar?

Semua manusia yang kusayangi dan kucintai.... berusahalah mempertanyakkan keberadaan kita, tanya pada diri kita sendiri. kita bayangkan saja jika didunia ini hanya ada tanaman padi, kebutuhan akan sayur tidak terpenuhi bukan? kita semua berlainan untuk memenuhi kekurangan orang lain, biarpun buruk sekalipun wahai semua orang yang tersayang.....

sejarah ini belum terbukti benar, biarpun salah atau benar sekalipun yang bisa kita kita lakukan adalah menempatkan sejarah sebagai panutan untuk melangkah kedepan menuju yang lebih baik, bukalah pikiran kita,agar semua yang ada di semesta ini tetap seimbang...

cobalah kita ganti kata kamu/anda dengan saya dan kalian dengan kita... ingatlah pelajaran dasar ketika kita masih SD, "2 tangan menunjuk anda tiga tangan menunjuk saya".

terima kasih banyank semua yang kukasihi..=D

Anonim mengatakan...
on 

Yang satu bangga mengusung majapahit sebagai simbul kebangkitan e.. yang islam merasa tersisihkan. Islam mengusung kebangkitan e.. yang lain tersisihkan. tetapi seburuk sejarah Nusantara tetap tak seburuk sejarah islam.anti pluralisme, paranoid, tega membunuh, tega mengawini anak ingusan, memberikan klaim-klaim bodoh untuk mempertahankan opini dll.Artinya mari kita masuk tahap post modern. kita hormati sistem kepercayaan lama kita hormati dan bangga dengan leluhur kita tetapi kita cari jalan kesepakatan untuk maju bersama sebagai bangsa indonesia. Untuk bali aku angkat topi. Bali bisa membuktikan bahwa tidak mengekor ke arab tetap bisa diakui dunia.Jawa yang mengekor ke arab ternyata biasa-biasa saja. Padahal tiap tahun sudah menyumbangkan duit banyak kesana untuk ritual kuno yaitu cium batu dan nyembelih korban.

Anonim mengatakan...
on 

Komenku telah disensor atau di-delete oleh admin!

Anominous Keturunan Jawa Ngapak.

Anonim mengatakan...
on 

Admin telah berlaku sewenang-wenang dengan mendelete komen saya....

Anonimous Keturunan Jawa Ngapak.

Anonim mengatakan...
on 

"Mari kita bangga dengan leluhur". Ya, ini penggalan dari posting ANONIM di atas saya.

Benar sekali, mari kita bangga dan menghormati leluhur. Bukan menyembah leluhur! Kita wajib bangga dan hormat kepada leluhur karena leluhur bangsa Jawa telah memilih suatu identitas bangsa yang kemudian dianut oleh mayoritas bangsa Jawa dan bangsa-bangsa lainnya di Nusantara.

Leluhur kita telah memutuskan diri untuk memeluk Islam lebih dari 5 abad yang lalu, kita lah hasilnya sebagai Jawa pemeluk Islam. Untuk itu, demi menghormati leluhur, maka mari tumbuh kembangkan Islam dengan sebaik-baiknya. Beginilah mestinya logika menghormati leluhur! Toh identitas diri Islam (menurut web ini dajjal Arab), sampai hari ini tetap tumbuh dan berkembang menuju menjadi keaslian nusantara. Bandingkan dengan identitas Majapahit, sudah terkubur dalam sejarah. Mengapa mesti buang-buang energi menegakkan budaya yang telah terkubur?? Lebih baik mari optimalkan budaya dan identitas yang sudah ada dan hidup di masyarakat, yaitu identitas sebagai Jawa Islam.

Jangan mengakkan benang basah!

Mari kita bangga dengan sejarah kebesaran majapahit dan masa-masa sebelumnya. Bukan untuk menjadi majapahit lagi! Majapahit beserta budayanya sudah selesai, sekarang Era Jawa dan Nusantara yang dengan jatidiri baru, Islam. Dan Islam telah menjadi asli bagi bangsa Nusantara! Ingat itu. Jadi logika memahami leluhur jangan di balik.

Memangnya siapa sih leluhur itu? Mungkin saja leluhurnya pengelola web ini adalah sekelompok orang masa lalu yang tidak mau terima kenyataan akan adanya perubahan zaman ketika itu, jadilah manusia-manusia seperti pengelola Web ini.

Mari, wahai bangsa Jawa... belajarlah kalian seperti orang-orang Sumatera. Mereka memiliki sejarah besar, yaitu Sriwijaya. Tapi lihatlah, orang-orang Sumatera saat ini penganut dajjal arab yang kokoh, tulen dan konskuen. Meraka juga tidak meratap-ratapi kehancuran emperium Sriwijaya, tetapi mereka bangga punya sejarah besar seirama dengan kebanggaan mereka dengan identitas Islam (Dajjal Arab, menurut web ini).

Salam dari
Anonimous Keturunan Jawa Ngapak

Anonim mengatakan...
on 

Angkat Topi dengan Bali?

Sah-sah saja ANONIM yang merasa angkat topi dengan alasan tidak mengekor Arab dan tetap maju.

Hmmm.. benarkah? Kalian lupa ya? benar bahwa Bali tidak mengekor Arab, tapi jadi buntutnya India! hahahaha... perhatikanlah, apakah identitas ,dalam hal ini agama, Bali asli Bali?? atau dari India??? Atau Agama India impor dari Bali???? Renungkan BUng!

Sama-sama engekor identitas asing jangan saling mendahului... hahahha.

Boleh-boleh saja, Bali terbebas dari pengaruh Arab, tapi Bali tidak terlepas dari identitas India, yaitu Hindu berkasta-kasta.

Bali diakui dunia? hahahaha.. ya ya ya.. bali memang diakui dunia sebagai lahan subur untuk "pariwisata". Asal anda tahu, "pariwisata" Bali, siapa yang menikmati???? apakah kalian tidak tahu, berapa banyak lahan rakyat digusur demi pariwisata??? Siapakah pemilik area-area wisata? Hotel? dll??? Adakah kesejahteraan rakyat Bali meningkat pesat???? Hmmm... kemiskinan rakyat Bali masih tinggi tak ada bedanya dengan wilayah lain di jawa atau lainnya nusantara! Jadi jangan bangga dengan itu ya Bung!

belum lagi penjajahan baru dari budaya luar yang merasuk melalui pariwisata... Lengkap sudah penjajahan di bali. Sudah dijajah India melalui sistem kepercayaan, eh.. dijajah juga dari Barat melalui pariwisata. Begitu kok dibanggakan!

Salam dari
Anonimous Keturunan Jawa Ngapak

Anonim mengatakan...
on 

Jayalah Indonesiaku,..
Tolong dong bos, jangan bawa2 nama Sumatera dalam web ini. Krn Jawa berbeda dgn Sumatera yg berisikan banyak suku berbeda(Padang, Aceh, Nias, Batak, Melayu) dan pasti beda keyakinan juga..bukan cuma penganut arab doang.
Jadi kalo komen gak perlu melebar sampai nyebrang laut segala.


Salam Sumpah Pemuda

Anonim mengatakan...
on 

Wahai Salam Sumpah Pemuda, komentator di atasku ini! Jangan Sontoloyo dan koplo kau. Bicara Indonesia kok gak boleh bicara Sumatera! Kok maunya Jawa saja! Itu artinya logikamu logika KOPLO!

Tahu gak konteksnya dalam memberi komen? Dalam memahami Islam di Indonesia, janganlah seperti logika gheblek pengelola web ini dan konco-konconya!. Lihatlah bagaimana orang Sumatera yang pernah memiliki sejarah besar Sriwijaya tetapi sekarang menjadi penganut islam yang tangguh dan mereka tidak meratap-ratapi kehancuran siriwijaya.

Tidak seperti pengelola web ini. Orang yang tergabung di pengelola web ini merengek-rengek ingin dikembalikan sejarah ke masa lalu karena majapahit hancur dan budayanya hancur. Yang disalahkan Islam. Hmmm... lihatlah Sumatera, Bung! MEREKA bangga dengan sejarah kebesaran Sriwijaya seiring itu pula bangga menjadi pemeluk Islam.

kenapa jawa pengelola web ini tidak bisa bangga dengan sejarah kebesaran Majapahit sekaligus bangga menjadi penganut Islam!

Salam dari:
Anonimous Keturunan Jawa Ngapak.

Anonim mengatakan...
on 

Namaku SEGER MARGO TIRTO mohon maaf ya teman-teman sampai kapanpun yang namanya manusia itu samadengan setan, karena kita semua dibekali oleh Tuhan sifat (Amarah, aluamah/lawmama, sufiah, mutmak'ina ) 4 sifat itu sudah ada didalam dirikita, makanya jangan menganggap dirimu baik, baik buat dirimu belum tentu baik untuk saya, baik untuk kelompok agama, belum tentu baik untuk kelompok penghayat kepercayaan. Makanya jangan sok pinter dewe, atau jangan sok bener dewe,ngertio kamu semua itu masih belum tahu apa-apa termasuk saya, makanya saya tidak mau membenarkan siapapun / menyalahkan siapapun mergo aku durung weruh, karena yang biasa khotbah juga belum mati jadi tidak tahu sing bener sing ngendi, la kalu kita pengin tahu kita tunggu saja yang biasa khotbah mati duluan nanti kita telepon kabarnya disana bagaimana. Jadi podo ora eruhe ojo sok ngajari mergo kowe dewe juga belum pernah mati.

Anonim mengatakan...
on 

bener banget saudara SEGER MARGO TIRTO, ya seperti itulah manusia, ada yang baik merasa belum baik, ada yang belum baik merasa paling baik, ada yang sadar kalaw dia belum baik merasa belum baik, adapula yang gak sadar kalau udah komen-komen secara tak sadar telah menghina agama sendiri. saya tau semua agama baik dan tujuannya baik, untuk kedamaian, persatuan, budi luhur dan pakarti, sopan santun, mengahrgai, cinta kasih, menghormati, dll (mash banyak sebutin dewe ya...). saya yakin anda2 semua (admin, para komentator, dan saya juga) punya agama. dan kalau kita mempelajari benar2 agama kita masing2 tentu kita bisa melihat kebenaran dan kebaikan. dan kebenaran dan kebaikan yang sejati akan terbukti setelah nafas kita terhenti dan orang2 disekeliling kita tak mampu menyapa kita lagi (meninggal dunia).

by: warga Majapahit (Lampung Tengah)

Anonim mengatakan...
on 

Makasih sob udah share , blog ini sangat membantu sekali .............




bisnistiket.co.id

ivan verys mengatakan...
on 

Cukup 2 kata dr semua komentator,dan semua perdebatan kalian yaitu "Suro diro joyoningrat lebur deneng pangastuti,Becik Ketitik Olo Ketoro"......

Ki Ageng mengatakan...
on 

PERANG BUBAT ADALAH URUSAN ORANG ORANG TUA ,
BAIK ORANG YANG DITUAKAN MAJAPAHIT SEKARANG,
DAN,
JUGA ORANG YANG DITUAKAN SUNDA SAAT INI.
kalau orang orang tua sudah bilang diselesaikan, AKANKAH KITA memperpanjang lagi.

SELESAI IS PEACE

semrawiaryasuryawijayateja, beDalong, tanjungpura.

Anonim mengatakan...
on 

Mohon maaf, sebagai orang yang sudah pernah merasakan pahit manisnya hidup (saya umur 50), saya pikir kita mesti belajar memaafkan. Memaafkan diri sendiri dulu lalu memaafkan orang lain. Barulah hidup lega, bila dendam kesumat masih di dada memang benar menjadi ada spirit berlebih tetapi sifatnya negatif. Perang jaman dahulu sudah terjadi tetapi dulu sekali. Perang besar itu politis sifatnya, rakyat tumbalnya. Para penggagas perang sudah duduk di meja perundingan ,salaman dan kembali berdagang, mosok rakyatnya masih memendam dendam. Mari, putera-puteri keturunan Madjapahit maupun Bubat, lihat ke depan, membangun diri supaya bisa membangun masyarakat sekitar. Semoga selalu berbahagia dalam meneruskan langkah di dunia ini.

Anonim mengatakan...
on 

Poskan Komentar

Boleh berkomentar panjang lebar, silahkan !,
tapi blog ini bukan promosi jualan, juga jangan salah paham,
baca dulu dan renungkan, lihat kasunyatan, sadar kenyataan.
Semoga berbahagia hari ini. Bersatulah bangsaku melawan dajjal yang meneror untuk memaksakan kehendaknya dengan kekerasan !.