PURA, PURI DAN PURANA MAJAPAHIT PUSAT DIBELENGGU (PANCASILA CUMA PAJANGAN)


Pura Majapahit Trowulan Disegel, Parisada Diam Saja dan tak bisa berkata alias mbisu dan micek... karena takut dibubarkan oleh Dajjal tapi maklum memang bukan bagiannya.

Satu-satunya pura yang merupakan tonggak sejarah perkembangan Zaman Majapahit ada di Desa Segaran, Trowulan, Mojokerto, Jawa Timur. Pura ini masih eksis dan mendapat perhatian dari keturunannya apapun agamanya sekarang ini. Sehingga sehari-harinya nyaris ramai dikunjungi umat untuk melakukan sembahyang guna memohon keselamatan. Perlu diketahui Pura itu KERATON tempat Stana Raja, kalau tempat ibadah Hindu namanya Pure. Jangan samakan antara Pura dan Pure. Mata dengan mati serta mate.

Sayangnya, walau era reformasi sedang bergelayut, tak semua orang mau menerima keberadaan pura ini (bukan masalah tidak mau, tapi para Dajjal tidak menginginkan orang sadar akan leluhurnya, berbakti dengan leluhurnya dan sejarahnya, bangga punya tanah air gemah ripah loh jinawi, dan mereka para Dajjal tidak menginginkan Majapahit kembali sesuai dengan Ramalan dan mereka tahu akan ramalan ini, jelas ketakutan seperti pepatah Panas setahun disiram hujan sehari, mereka juga seakan mengiginkan kawula Majapahit tetap bodoh tidak tahu sejarah dan leluhurnya hingga mudah dibujuk rayu untuk ditipu untuk setor kepada negeri Arab yang memang tandus dan jahilliyah sebagai budak, di arab meskipun punya candi satu bisa membikin makmur negerinya itulah hebatnya Nabi Muhammad anak bangsa Arab dari kaun Quraish yang cinta tanah airnya, tapi sekarang yang sok adalah sebangsa dan setanah air untuk tidak membanggakan sejarah dan peninggalan Leluhur sendiri, contoh Candi itu berada dalam Pura atau keraton, leluhur dipandang oleh mereka sebagai hantu, keturunan yang masih hidup dipaksa masuk mengikuti mereka kalau tidak mau disesatkan cuplikan Darmagandul yang dilarang alasannya bertentangan dengan bahasa Arab hingga aksara jawa dianggap aksara setan, kidung jawa, orang Jawa dianggap sesat, tapi bagi Anda yang tidak melakukan pemaksaan yaaa..jangan sewot fakta mengatakan syarat rukun Islam itu ada lima jikalau salah satu syarat tidak dilaksanakan," Apakah itu layak disebut pemeluk Islam ?".). Justru orang-orang yang menyerbu Pura mengaku muslim tapi tidak mengerti dengan ajaran Islam jadi jangan kalian mengaku tapi kalau diaku bolehlah tapi jangan sewenang-wenang. Ujung-ujungnya pura yang kini merupakan basis untuk bangsa sendiri kunjungan umat yang mengaku keturunan Majapahit, disegel begitu saja tanpa alasan yang jelas. Dengan disegelnya Pura Majapahit, membuat berang Pinandita Pura, yaitu Hyang Suryo Wilotikta.

Lebih berang lagi, sampai rumahnya dipasangi sebuah pengumuman yang pada intinya melarang segala kegiatan ritual yang berlangsung di rumahnya maupun di pura. Padahal Hyang Suryo perintis dan Pembina Budaya, itu di buktikan dengan adanya penghormatan terhadap peninggalan-peninggalan Majapahit seperti Kirab, bersih desa dan lain-lain yang berhubungan dengan Budaya untuk kesejahteraan rakyat Trowulan sendiri dan Nusantara. Pengumuman yang dipasang di rumahnya pada tanggal 16 Agustus 2002 lalu dilakukan oleh lurah dan pegawai Kecamatan Trowulan. Bunyi pengumuman tersebut adalah.

PENGUMUMAN:

Berdasarkan:

   1. Keputusan Bersama Mentri Agama dan Mendagri No. 01/BER/MDN-MAG/69.
   2. Perda KAB. MOJOKERTO NO 16 TH. 83. (MENUTUP BANGUNAN, MELARANG KEGIATAN RITUAL DAN KEGIATAN DALAM BENTUK APAPUN MUSPIKA TROWULAN. Pancasila dan UUD 1945 pasal 29 tidak berlaku lagi makanya simbol Pancasila penulis pasang diatas karena semua harus berdasar sariat Arab yang diterapkan di negeri ini, kejawen ditumpas, penganut kepercayaan di singkirkan. Keadilan sosial bagi seluruh Rakyat Indonesia hanyalah mimpi. Kebebasan melaksanakan keyakinannya hanya slogan kenyataannya kawula alit yang sudah bodoh tambah bodoh lagi pikirkanlah mumpung otak kita belum gila, masih bisa berfikir dan melihat.

(Aneh Rumah kog disegel padahal disekelilingnya ada rumah didepannya ada musola atau tepatnya Langgar tempat orang-orang yang melanggar dibiarkan tidak disegel, tapi semua sudah mendapatkan pahala yang mereka lakukan yaitu ada yang tewas kecelakaan, sengsara, stress dan masih banyak lagi yang tidak bisa dijelaskan satu-persatu. Rumah/Griya Raja Majapahit masa kini disegel sampai detik ini dengan alasan yang tidak jelas). Lebih menjengkelkan hati Hyang Suryo (56 tahun katanya sesuai KTP padahal tidak ada yang tahu kapan Beliau lahir kecuali orang tuanya dengan leluhurnya itupun alasan Beliau untuk menutupi karena orang jaman sekarang sudah tidak ada gaibnya karena gaib cuma milik Arab) yang kini ada di Bali, Pura Majapahit siap dirobohkan oleh orang-orang yang sirik dan tidak bertanggungjawab seperti Karyono takmir mesjid cempa karena merasa iri dan Nyoman Amplig oknum ketua PHDI Kuta Selatan yang banyak dicaci maki orang. Penyerbuan dan pembongkaran Pura yang berdiri megah dilakukan 30 Agustus 2002. Ceritanya ketika itu dilangsungkan acara salat Jumat yang digelar oleh umat dari Desa Segaran, Kecamatan Trowulan, Mojokerto, Jawa Timur. Selesai shalat Jumat, papar Hyang Suryo yang Ber-Abhiseka Sri Wilatikta Brahmaraja XI Keturunan Brahmaraja atau Hyang Wisesa dengan Dara Jingga, yang sudah ada di Bali sejak dulu yakni di Pura Besakih .Sabda Brahmaraja dengan kesal, bukannya mau pulang, namun Pura Majapahit yang tidak bersalah hendak dirobohkan. 

Persis seperti 500 tahun yang lalu waktu Majapahit diserang tentara Islam Demak pas gerebek maulud yang memanfaatkan orang-orang Jawa yang sudah dibodohkan dulu atau dibuat tidak mengerti dan memang ini pekerjaan para Dajjal yang berseberangan sendiri dengan Islam yang dibawa Muhammad contohnya Keraton Islam demak tidak terlacak pada waktu hanya ingin menguasai dan cerita cucu Nabi Muhammad hasan-husain di bunuh supaya keturunannya musnah inilah memang siasat Dajjal yang sudah merasuki sesama bangsa ini, massa di ajak menyerbu atau menyesatkan tanpa tahu apa maksud dan tujuannya yang penting keinginan ketua Dajjal tercapai, ingat saudara-saudari jangan mau diadu dan dipecah belah lagi oleh para Dajjal, tapi kalau masih ada, penulis ya... maklum memang mereka tidak tahu, bodoh dan diciptakan untuk tidak mengerti atau memang mereka tahu namun ingin memanfaatkan kebodohan bangsa ini). Namun, ketika mau di robohkan, ada empat Kiai yang melakukan pencegahan. Ke empat kiai itu adalah, K H. Manan, ulama setempat, H. Abdul Muchid, H. Sofyan, H. Noerhadi,

Ke empat ulama ini berupaya mencari damai dengan Bupati Mojokerto, namun sayangnya, Bupati Mojokerto Drs. Ahmacdy, M.Si, MM, ada di Bali. Ulama tersebut hanya bisa bertemu dengan Arief, (Kakanwil Kesbanglinmas). Menurut orang-orang yang mau merobohkan pura, katanya Hyang Suryo, sudah mempunyai kesepakatan akan membongkar sendiri puranya, seperti yang telah dijanjikan setahun yang lalu (terulang sepeti di desa Belalang yang jauh dari Beraban itupun ketakutan Kepala badan otorita akhirnya flu burung masuk beraban Tanah Lot padahal pemikiran Hyang Brahmaraja untuk jauh kedepan seratusan tahun kemudian).

Hyang Suryo dicap sebagai menyebarkan agama Hindu padahal Hyang Suryo bukan Hindu atau Budha atau Agama lain yang diimport oleh Penjajah yang pernah menguasai negeri ini. Tapi ber-Ageman Siwa Buda sesuai keyakinan Majapahit yaitu percaya melalui leluhur/orang tua sebelum kehadapan Tuhan YME/Alloh/Allah/Hyang Widhi/Thian banyak sebutan yang di Islam disebut Asmaul Husna, pada waktu itu hingga kita semua menjadi besar, dengan Kitab Purwa Bumi Kamulan dan kitab-kitab Majapahit Lainnya yang menjadi tonggak dasar berdirinya paham ke leluhur dan terbukti sejarahnya mengatakan seperti itu, jangan ungkap Majapahit yang perang saja jeleknya saja tapi kasunyatannya Majapahit menjadi Negara Kerajaan Nasional pertama menyatukan Nusantara, serta kembali membesarkan ritual yang setiap saat dilangsungkan di pura. Itulah sebabnya rumahnya dan pura disegel sampai sekarang. Sebagai upaya untuk menghindari hancurnya pratima yang ada di pura, akhirnya diputuskan segala benda yang ada di pura diboyong di Bali itupun di undang oleh keluarga Besar Majapahit karena memang hanya Bali yang sampai sekarang melestarikan adat Majapahit beserta purananya termasuk orang-orangnya melewati masa Majapahit bukan melewati masa Jahilliyah.

Pernah Pratima (Patung peninggalan leluhur yang ada yoninya/taksu) nyejer di Kintamani, Bangli, tepatnya di tempat pameran pusaka Majapahit. Menurut Hyang waktu, pratima akan nyejer selama kondisi buruk masih mengancam pura, kapan akan kembali ke Pura Majapahit belum ada kepastian. Umat Hindu yang ingin melihat pratima warisan Majapahit itu kini tidak perlu ke Pura Majapahit di Trowulan, karena sudah nyejer di Hotel Lake View, Kintamani.Hingga diundang ke GWK sampai akhirnya melinggih atau ber-Stana di Pura Ibu Majapahit Jimbaran atau Cin Kwang Si. Diakuinya tempat itu memang bukan dipilih sembarangan, melainkan atas pawisik dari leluhur dan banyak saksi yang merasakan aneh contohnya P.Gadeng mantan Klian Br.Buana gubuk banjar dimana Pura/Keraton berada didalamnya ada Puri dan Purananya. A.A Ngurah Darma Putra S.H, Jang Kwok dan masih banyak lagi yang menyaksikan hingga menjadi bukti kebesaran Majapahit waktu mengikuti Putra Mahkota Majapahit.

Hyang Suryo terus melawan. Ia sudah berkirim surat kepada Kapolda Jawa Timur di Surabaya waktu itu . Surat tersebut intinya mohon keadilan. Surat yang ditandatangani 23 September 2002 ditembuskan kepada Pangdam Brawijaya dan Para Kerabat Majapahit.

Diakuinya, Pura Majapahit, memang selalu ramai dikunjungi oleh kerabat dari berbagai agama, bahkan dari India dan Arab juga ada datang ke pura ini. Sehingga pura menjadi ramai hampir setiap hari.

Dengan ramainya kunjungan umat, Hyang menyebut pura ini Pura Pancasila yang sebagai dasar Negara, karena orang yang sembahyang bukan hanya dari kalangan Hindu dan Budha, namun datang dari kalangan muslim, dan umat lainnya yang masih percaya dengan Majapahit sebagai leluhurnya, karena memang kita berasal leluhur dari bangsa Indo-Cina Bukan dari Timur tengah atau yang lainnya memang ajaran Agama mengajarkan langsung ke Tuhan tapi tuhan juga menciptakan Malaikat dan Leluhur/Orang Tua. Majapahit Cuma mengajarkan berbakti dengan Orang Tua/leluhur biarlah leluhur yang menyampaikan kepada Tuhan. Paham saudara-saudari !!.

Parisada Diam, MUI bingung, Walubi belum tahu, HPK tak berkutik

Meski Pura Majapahit itu sudah disegel, Parisada baik yang di Jawa Timur maupun di Pusat ternyata diam saja. Adalah I Ketut Sudana dari Banjar Tegal lantang Kaja, Denpasar, yang berani menulis surat pembaca di Harian Bali Post, yang dimuat pada hari Minggu (2/3/2003). Sudana mengaku sedih, tempat suci untuk menghubungkan diri dengan Hyang Widhi dijegal oleh SK Menteri Agama dan Menteri Dalam Negeri No. 16 Tahun 2003.

Selain mengaku sedih, Sudana juga mengaku prihatin, sebab bagaimana kalau nasib sejumlah pura di tempat lain diberlakukan demikian, sementara Parisada hanya bisa menonton saja. Karena itu, selaku umat, Sudana mengharap agar ada komentar dari PHDI. "Parisada hendaknya memberikan penjelasan terhadap kasus yang menimpa Pura Majapahit Pusat itu," tulisnya. (Ketakutan membela tempat leluhurnya karena akan dipecat oleh Arab tercetus oleh lembaga ini yang mandul) ,Pemerintah sukses memecah belah dengan adanya Agama yang diresmikan tidak meliha kasunyatan . Berita TV, Koran dan lainnya. Warga Bali sudah di cap Hindu tapi prakteknya adalah Siwa Buda Bujangga arahnya keleluhur dulu.

Ternyata toleransi yang diberikan umat Hindu di Bali terhadap umat non-Hindu tidak sebanding yang diterima umat Hindu di luar Bali (itu sebutan mereka biar mudah ditumpas). Dari kasus di Trowulan itu, dan kasus-kasus diskriminatif di tempat lain, umat Hindu harus dewasa dan berani bersikap. Jika umat Hindu terus polos dan "manut-manut wae", hanya tinggal menunggu waktu, umat Hindu akan semakin mengecil dan pada akhirnya habis. Bali sebenarnya melaksanakan serta melestarikan Adat dan Budaya Majapahit hingga dikenal seluruh Dunia. Di terapkan Ageman Siwa Buda (Purusa dan Predana=Ayah dan Ibu, lihat semua yang di Bali baik sanggah kamulan sampai Pura Besar Kahyangan Jagad menghaturkan bakti dengan leluhur dengan cara melinggihkan dan mengupacarai). Pemerintah mencanangkan Hindu pada tahun 1961. Dan Agama Hindu katanya berasal dari India, tetapi Bali tidak identik dengan India, bisa di cek sendiri. Lontar-lontarnya, Bhisamanya ataupun orang-orangnya. Pertanyaannya ?.

Adakah umat Hindu di Bali berani mempermasalahkan tempat ibadah umat agama lain? Lebih dari itu, maukah Menteri Agama dan Menteri Dalam Negeri membuat SK pembekuannya andai ada umat Hindu di Bali yang menyampaikan keluhan terhadap tempat ibadat umat non-Hindu yang kini bertebaran di desa-desa?. Sekarang tidak masalah Pura Majapahit Trowulan sebagai pusat/simbol Nusantara sudah buka Pusat Informasi Majapahit masa kini. Di utara KOLAM SEGARAN. ” Becik ketitik Olo Ketoro ”. Memberikan kasunyatan tidak untuk disewotin tapi untuk direnungkan. Bukan menentang sejarah penguasa tapi memberikan fakta. Majapahit itu masih ada, keturunannya, adatnya, dan simbol-simbolnya. Lihatlah sekeliling Anda ritual-ritual asli Nusantara yang tidak Impor itulah peninggalan Majapahit di bumi Nusantara dicontohkan sama dengan Jalan aspal ini peninggalan Orde Baru senang ataupun tidak. Pahamkan maksud penulis !. Terima Kasih kasunyatan ini di ambil dari berbagai sumber dan bukti yang diikuti oleh saya sendiri dan saksi serta dokumen yang untuk kebanggaan Nusantara sendiri, nantinya tidak selalu membanggakan sejarah bangsa lain, bangsa timur tengah misalnya dan penjajah lainnya yang sudah membodohi kita hingga tidak tahu dengan kebesaran bangsa sendiri. Majapahit tidak anti Islam terbukti, tapi penulis anti orang yang mengatasnamakan Islam untuk melakukan kekerasan, memberikan cap kepada orang atau kelompok lain sesat tidak melihat "jithoke dewe".


MEMBANGUN & KRITIK DENGAN JELAS

Comments megaburan Pro dan Kontra akan tetap Diterbitkan BEBAS

70 Suara Gemuruh to “PURA, PURI DAN PURANA MAJAPAHIT PUSAT DIBELENGGU (PANCASILA CUMA PAJANGAN)”

WAH,...SEBEGITUNYA ya..saya saja yang penganut Islam merasakan Dajjal yang sok muslim.

Anonim mengatakan...
on 

ingat pesan TUHAN ( Awatara : Sri Kresna ) pada Bhagawadgita "jika kejahatan telah menguasai kebenaran AKU akan turun ke dunia dengan mengambil wujud yang dapat dipahami manusia untuk meberantas kejahatan dan membawa manusia ke zaman yang penuh kesejahteraan,kebahagiaan" sekali lagi beruntunglah kita ditakdirkan di jalan Sanatana Dharma ( Hindu ) Namaste

Rakeyan Dharma mengatakan...
on 

aku sangat sedih mendengar ketidakadilan dinegri ini,walau aku seorang kristen aku tetap tidak lupa dengan kebesaran leluhur dan aku sangat bangga dengan leluhurku bangsa majapahit,hidup..Majapahit..!!

Anonim mengatakan...
on 

Bangkitlah saudaraku, Keluhuran Majapahit akan kembali pada tahun 2012, mari kita bersama upayakan dengan cara kita masing-masing. Majapahit, Gemah ripah loh jinawi.

majapahit mengatakan...
on 

No need to blame some religion, if they stoping you. You should FIGHT back, why worry and affraid?. Our Great R. Wijaya was a real man, he was never affraid of any one. Right?

Yes our love and proud for Majapahit but your comment really make me sick. Grow up guys, look at the Great Mongolia, Rome, Parsian atc, they never dream to restore their Empire. Where is this 2012 came from?

Let our great leaders having their rest(Raden Wijaya and Bung Karno) and let's build a better life for all human kind, not JUST for Indonesian, Javanese: Hindus/Budhis or even just a hand full of some fool "Mojopahitan dreamer".

Let's not try to make the same mistake by fighting each other and that was the reason why our Great Majapahit destroyed themself.


Viva my country Indonesia, Viva our great Kingdom Majapahit.

From a citizen on planet earth
Section: Southern Africa
email: kaumonyetku@yahoo.com

Anonim mengatakan...
on 

Benar kata "kaumonyetku" itu..! Jadilah orang bijak di eramu sendiri... biarlah Bung Karno dan R. Wijaya istirahat dengan tenang..... Roma, mongolia dan Persia tidak pernah mengimpikan kembalinya kejayaan mereka.. Sabdo palon dan noyo genggong hanyalah perlipur lara...

Anonim mengatakan...
on 

Om Swastiastu....

saya sangat sedih mendengar penyegelan dan peninggalan majapahit sangat sedih rasanya mendengar dan satu hal lagi untuk apa ada parisada yg hanya bisa diam......gak malu apa anda di pilih untuk membantu umat kita khususnya hindu di mojokerto dan lainnya.
yang saya herankan ada keputusan dari
1.Keputusan Bersama Mentri Agama dan Mendagri No. 01/BER/MDN-MAG/69.
2. Perda KAB. MOJOKERTO NO 16 TH. 83. (MENUTUP BANGUNAN, MELARANG KEGIATAN RITUAL DAN KEGIATAN DALAM BENTUK APAPUN MUSPIKA TROWULAN. Pancasila dan UUD 1945 pasal 29
INI JELAS SUDAH MAU MEMBANGUNKAN MACAN TIDUR...

****SARAN SAYA kirim SURAT KE PHDI BALI DAN LAINNYA MARI KITA SATUKAN PHDI DI BALI DAN SELURUH PHDI YG ADA DI INDONESIA BERSATU UTK MEMECAHKAN MASALAH INI SAYA DARI BALI SANGAT SEDIH DAN KECEWA MELIHAT SAUDARA KITA YG DITINDAS KAYAK BEGINI...?
SEDANGKAN MEREKA DI BALI TIDAK ADA MASALAH....(MESJID)NYA AMAN2 SAJA...

MEREKA TIDAK TAU ASAL USUL MEREKA HEY KALIAN YG MAU MENYEGEL PENINGGALAN MOJOPAHIT DULU ITU KALIAN HINDU....TANYA PD ORTUMU?
KLO KALIAN MENGAKU MUSLIM LEBIH BAIK KAMU HIDUP DI MADINAH MEKAH.........DI TANAH KERING KRONTANG...............
SAYA HERAN KENAPA AGAMA (ISLAM) AJA YG MEMBUAT ....MASALAH GAK MAU MENERIMA AGAMA ORANG LAIN SEDANGKAN KAMI DARI AGAMA HINDU BISA MENERIMA AGAMA LAIN CONTOH ISLAM,KRISTEN,BUDHA,DAN AGAMA LAIN NYA.....SAYA HERAN LHO DENGAN AGAMA MU (ISLAM)KLO INGIN HIDUP SENDIRI MENDINGAN PULANG KE ARAB DAN MESIR....
OM SANTI,SHANTI,SHANTI OM

SURYA mengatakan...
on 

Susahnya unytuk menjalan ibadah sesuai keyakinan yang kita anut di Indonesia apakah Indonesia punya mereka apakah Indonesia hanya untuk agama mayoritas indonesia akan hancur oleh kaum minoritas yang katanya paling suci ( paling suci apa membunuh orang merusak tempat ibada kok menyebut nama Tuhan ) jadi dalam ini siapa yang layak di sebut DAJJAL

Anonim mengatakan...
on 

Ikut sedih, prihatin dan geram membaca perilaku dajjal. Meski saya Kristiani, saya tetap mengakui bahwa Majapahit Raya pernah ada dan jaya. Sekarang mah dijajah IMF, mengekspor TKI/TKW, Ambalat diacak-acak Malaysia, NKRI dilecehkan, dlsb.

McSring mengatakan...
on 

Aparat TNI/Polri harus tegas. Ingat, merekalah satu-satunya yang masih resmi di topinya mengusung kosakata Majapahit: Kartika Eka Paksi, Jalesveva Jayamahe, Bhumyamca Jayamahe, Swa Bhuana Paksa dan Rastra Sewakottama. Itu kata-kata zaman Majapahit. NKRI belum apa-apanya Majapahit Raya. Menyangkal dan mengebiri kebesaran Majapahit adalah dosa besar kepada leluhur. Jangan ada lambang-lambang kebesaran Majapahit yang masih ada sampai dirusak orang tidak bertanggungjawab.

McSring mengatakan...
on 

AYO BANGKITKAN MAJAPAHIT KEMBALI!!!!!!

Anonim mengatakan...
on 

sok merasa paling punya.. umat manusia hidup didunia hanya sementara. astagfirullah haladzim.. cacian dan makiannya itu lohhh... sok paling benar sok paling suci... apalah artinya hidup kalau kita tidak berbuat amal kebaikan. ngeri yahh lihat mreka yang menggonggong karena budaya!!!!!!!

Anonim mengatakan...
on 

Wah ini juga Anonim diatas munafik....sok pakai latar belakang kebajikan dan kebaikan

Anonim mengatakan...
on 

Hmm....Saya mengerti Kegerahan Perasaan anda.dan mungkin juga Para Keturunan Majapahit/singasari akan Memahami Perasaan anda itu.Walau Mereka Sekarang Mungkin Banyak yang Berbeda agama.Saya Hanya Berharap anda Mau Mengerti Bahwasanya Para Petinggi Negri Ini Bukanlah Para Keturunan Dinasty Rajasa Majapahit/singasari,Juga Bukan Mereka yang Paham Akan Sejarah Negeri ini di Masa lalu . Jadi Menurut saya apa yang Terbaik yang bisa anda lakukan Hanyalah Bersabar dan Berdoa.Semoga Negara RI yang Dulunya Bernama Kerajaan Majapahit Wilwatikta ini Tetap Lestari,Makmur, dan Maju dalam Masa2 yang akan Datang.

Anonim mengatakan...
on 

Setuju kawan Anonim, Saya yakin Negara RI akan tetap lestari, makmur dan maju pada masa2 mendatang,dengan syarat kita generasi muda tetap bersatu tanpa melihat ras, suku, dan agama yang kita anut. Dan jangan menilai agama saudara kita yg lain dengan ukuran agama kita. Salam Nusantara

Anonim mengatakan...
on 

Usul kalau boleh, seluruh yg merasa ber ageman Sywa-Budha (Agama majapahit), berjuanglah terus gak usah marah kpd oknum2 "Mojokerto". Kalau bisa seluruh Candi2 yg merupakan tempat suci umat hindu atau budha diminta kepada pemerintah untuk dijadikan tempat suci agama saudara. Sehingga pemerintah (dinas purbakala)tidak usah mengeluarkan biaya untuk merawat candi2 yg banyak dan tidak terawat dengan baik. Selanjutnya tempat2 suci yg merupakan makam leluhur itu bisa lebih dilestarikan bila mungkin diperbaiki. Sebab banyak candi2 tua yg tidak dirawat oleh dinas purbakala. Percuma mbayar pegawainya malahan banyak patung2 kuno yg dijual sperti kasus di Solo. Kalau yang beragama Islam boleh berjiarah dan merawat makam para wali (Penyebar Agama Islam), kenapa mereka yg Sywa Budha dilarang beribadah dicandi candi yg merupakan makam leluhurnya ( Kasus Trowulan). Argumen ini bisa disampaiakan kepada pemerintah. Tentu saja perjuangan ini harus dilaksanakan oleh saudara2 yg beragama hindu atau budha bersama-sama melalui cara2 yg baik dan diwakili oleh organisasi semisal Parisada Hindu Dharma Indonesia, jadi bukan melalui orang per orang seperti Pak Suryo tok atau hanya melalui blok ini. Apalagi dengan memojokan Islam denga kata Dajjal. Tidak semua orang islam berpandangan seperti orang2 mojokerto "Kasus di Trowulan". Saya pribadi paham sejarah perkembangan Islam di Jawa bisa berkembang cepat atas jasa baik Prabu Kertabumi atau Brawijaya V yg beragama Hindu. Salam rahayu.

Anonim mengatakan...
on 

Hare Krishna,,,

Atas karunia Kepribadian Tuhan YME Sri Krishna, Majapahit akan bangkit untuk mendukung penuh Gerakan Sri Harinama Sankirtana Mahayadnya Sri Gaurangga Mahaprabhu.

Om Sri Vishnu Sri Vishnu Sri Vishnu Om

Raditya Wedaswara mengatakan...
on 

om swastyastu
shrusnya tdak ush bru2 dlu mmbwt pura tsb krna dlu stiap mmbngun pura d stu psti ga2l trz,sblum mmbngun shrusx lhat dlu ap dmpak yg akn trjdi stlah mmbngun,klo emg d stu g bleh d bgun dg alsan umatx yg tdk ad mka bs d jd kn pura kabupten sya kra dpt ijin krna umt d mjokerto lmyan bnyak

via mengatakan...
on 

BIKIN PURA KOK IJIN...EDAN..MANG MESJID ADA IJINNYA...KOMEN NGAWURRR...

Anonim mengatakan...
on 

Orang Indonesia terjajah oleh pemikiran kerdil ala blog ini. Leluhur tuk dihormat, bukan dihidup2kan kembali. Ini era kita bukan era leluhur. Leluhur sudah mengukir di eranya sendiri. mari kita ukir di era kita sekrang ini!

Salam dari:
Anonimous Keturunan Jawa-Ngapak

Anonim mengatakan...
on 

Majapahit bangsa besar di era nya, indonesia kalau mau bisa menjadi majapahit yang jaya di era sekarang. Hanya dengan semangat menghargai perbedaan, menguatkan tali erat persatuan anak bangsanya, tak memandang rendah satu yang lain hanya berbeda agama, suku, budaya dan kelompok. Yang paling utama tidak menebar benih kebencian dimana pun kita berada, hanya kebencian berbuah kebencian-kebencian lain yang justru membuat bangsa ini semakain tak akur dan sentosa. Aku bangga bangsa ini Punya Sriwijaya dan Majaphit di masa silam...Tapi bangga lagi jika Majaphit Jaya (Indonesia saat ini)makin damai dan sentosa. Nuwun.

Anonim mengatakan...
on 

Saya sangat setuju dengan Anonim di atas.

Saya senang bila ada yang ingin menghadirkan kembali nilai-nilai, semangat, dan spirit kearifan local yang dimiliki oleh tokoh-tokoh keturunan para raja masa lampau, termasuk majapahit. Tiap-tiap daerah menghadirkan kembali semangat kedigdayaan sejarahnya di masa lalu. Hal ini penting untuk semakin mengokohkan ketahanan nasional Indonesia. Kita tahu, saat ini kondisi Indonesia sedang terpuruk dalam banyak dimensi. Kepemimpinan formal kita nyaris gagal dalam mengatasi keterpurukan banyak dimensi ini. Nah, ini akibat tidak dihadirkannya kearifan para tokoh informal yang mengakar kuat di masyarakat. Makanya, kehadiran kembali “Kerajaan Majapahit”, “Kedatuan Sriwijaya”, “Kesultanan Banten, Tidore, Ternate, Gowa, Bima” dan lain akan menyegarkan kembali wajah Indonesia. Bahkan pasca reformasi, di Palembang telah pula dideklarasikan kembali Kesultanan Palembang Darussalam, setelah dibubarkan sejak ditawannya Sultan Mahmud Badarudin II oleh Belanda.

Tetapi, perlu diingat, kata kuncinya adalah semangat, spirit. Yang dihadirkan kembali adalah semangatnya, bukan menghadirkan kembali masa lalu di masa kini.

Jika sudah demikian, maka tidak perlu lagi ada klaim suatu kelompok adalah yang paling asli dan kelompok lainnya adalah impor dari negri lain. Saya sangat mengerti bahwa budaya majapahit adalah milik Indonesia, tetapi itu bukan satu-satunya dan bukan pula representasi keaslian nusantara jika kita tarik garis sejarah hingga jauh sebelumnya. Masih banyak jenis budaya yang lainnya yang juga “Asli Nusantara”.

Kenapa muncul budaya yang diklaim sebagai asli Majapahit? Itu tak lain dan tak bukan adalah hasil interaksi berbagai budaya baik yang ada di nusantara sebelum Majapahit maupun dari negri lain, lahirlah budaya yang kemudian dikenal sebagai budaya Majapahit. Demikian seterusnya, apakah budaya itu akan tetap seperti itu? Tentu saja tidak, budaya itu senantiasa bergerak, berubah mengikuti perubahan manusia. Sebagai buah hasil cipta, karya dan karsa manusia, budaya senantiasa berubah dan berinteraksi dengan budaya dan tradisi lain, dan membentuklah suatu budaya baru. Demikian seterusnya.

Oleh karenanya, jika ada yang mengklaim paling asli dan hendak mempertahankan bahkan mencaci maki kelompok lain, yang notabene juga sudah menjadi budaya kuat di masyarakat nusantara (Indonesia) saat ini, maka ini adalah kekerdilan sikap. Sikap yang tidak baik bagi kelangsungan kelompok. Jika sikap seperti ini dipertahankan, maka tidak menutup kemungkinan 200, 300 tahun yang akan datang, mereka ini akan menjadi komunitas terasing dan primitif. Kita bisa saksikan bahwa mayarakat terasing saat ini adalah mereka yang dahulunya mengisolasi diri, enggan berinteraksi dengan arus budaya lain, maka jadilah mereka masyarakat terasing saat ini.

Kebesaran jiwa, kelapangan dada, dan tidak picik sangat diperlukan. Kita lihat bagaimana masyarakat Italia saat ini. Mereka bangga atas kejayaan imperium Romawi, leluhurnya. Tetapi mereka tidak meratapi kehancurannya dan menyalahkan budaya Kristen yang menggantikan tradisi Romawi sebelumnya. Orang Italia tetap bangga dengan masa lalunya dan tidak ingin kembali menjadi romawi lagi. Demikian juga dengan Yunani yang punya sejarah besar Atena dan Sparta, orang Yunani tidaklah mencela budaya Kristen yang dianggap menggantikan kedudukan agama dewa Yunani. Contoh lain adalah Iran. Orang Iran begitu bangganya dengan kebesaran Persia yang berbudaya Zoroaster. Tetapi mereka menjadi Islam setelah kedatangan Islam dan tidak mencaci maki Islam, mereka Islam dan bangga dengan kebesaran Persia. Pun, tidak ingin menghadirkan kembali Persia masa kini. Begitulah mestinya kita!

Maka dari itu, tidak perlu lagi ada klaim paling asli dan mengatakan pihak lain dengan istilah dajjal. Jika ada dajjal Arab, maka ada juga dajjal India, Dajjal Belanda, Dajjal Portugis, Dajjal Amerika, dan seterusnya.

Bangunlah dengan kekinian.

Salam dari:
Anonimous Keturunan Jawa Ngapak.

Anonim mengatakan...
on 

minoritas dan mayoritas itu adalah masalah matematik saja.Semuanya adalah satu sesuai dengan sumpah pemuda.Bersatu kita teguh bercerai kita runtuh(malapetaka bagi seluruh bangsa indonesia kalau runtuh)
Kita menyadari ada perbedaan tapi perbedaan ini tidak digunakan untuk saling meruntuhkan melainkan untuk saling berinteraksi dan berintegrasi untuk kejayaan republik indonesia yang kita cintai bersama ini.Untuk itu semua pimpinan dari segala unsur kerakyatan termasuk seluruh pimpinan pemerintahan bersama-sama menciptakan rasa kedaimaian,keadilan,keamanan dan kesejahteraan bagi seluruh rakyat indonesia.Hidup republik indonesia.

Anonim mengatakan...
on 

Ya.. begitulah mestinya Bung. Indonesia akan jaya kalau tidak ada yang mengklaim paling asli dan yang lainnya dianggap imitasi.

bahwa budaya senantiasa bergerak seirama dengan pergerakan manusia. Jika sekarang Islam telah menjadi bentuk "jatidiri" baru dan mayoritas, itu adalah takdir. sama seperti dahulu hindu ditakdirkan menjadi jatidiri nusantara. Sama juga animisme dan dinamisme ditakdirkan menjadi jatidiri jauh sebelum ada catatan sejarah di nusantara...

Di dalam islam sendiri[un terjadi pergerakan menuju perubahan (terlepas ada pro kontra) tetapi itu dinamika internal, sama seperti budaya atau agama lain, pasti ada dinamika internal. hanya kejumudan yang menghentikannya!

Jika ingin maju, maka berubah!

Salam dari;
Anonimous Keturunan Jawa Ngapak

Anonim mengatakan...
on 

T. Ceyler Young terkait tentang “kebudayaan asli” di negeri-negeri berpenduduk Islam: “Di setiap negara yang kami masuki, kami gali tanahnya untuk membongkar peradaban-peradaban sebelum Islam. Tujuan kami bukanlah untuk mengembalikan umat Islam kepada akidah-akidah sebelum Islam tapi cukuplah bagi kami membuat mereka terombang-ambing antara memilih Islam atau peradaban-peradaban lama tersebut".
Selengkapnya di http://susiyanto.wordpress.com/2010/03/06/antara-islam-dan-kebudayaan-candi/

Anonim mengatakan...
on 

Perjuangkan agama tradisi termasuk Ekjawen, Kami sangat mendukung lahirnya kembali Majapahit dan para turunnya untuk hadir di Indonesia kembali.Kami berjuang untuk itu kami perlu dukungan teman 2 se Indonesia. termasuk blog ini Pura Majapahit Trowulan harus DI BUKA KEMBALI, KEBEBASAN BERAGAMA HARUS DITEGAKKAN, TERMASUK AGAMA KEJAWEN
http://kejawen-religion.blogspot.com/

Subianto mengatakan...
on 

Sejarah, Bahan Introspeksi : jangan mau dibodohi, jangan mau diadu domba, kebenaran pasti terbuka maka berjuanglah dalam kesabaran dan jalan yang lurus, agama/kepercayaan bukan partai politik tapi keyakinan pribadi (hak hakiki), generalisasi kepercayaan akan membawa pertentangan, walaupun beriringan agama dan budaya adalah hal yang berbeda, hilang kepekaan thdp hati nurani berarti tersesat mencari Tuhan. Bangkitlah Sinari Nusantaramu pembawa Kedamaian & Kemakmuran.

Anonim mengatakan...
on 

"Sampurasun..."
tulisan di blog ini lumayan bagus. runut dan rapi. meskipun saya yakin penulis dah milih2 kata yg tepat, tapi tetep aja KERDIL. penulis berusaha menghubungkan fakta lokal dengan institusi (baca: agama) yang lebih luas/global.
Pada tulisan ini sangat di tonjolkan dialektik/pergesekan antara hindu, majapahit, budaya leluluh dengan Islam. yang oleh penulis, menurut saya memposisikan Islam sebagai fakta pembrangus budaya lokal. (PRIKITIEUW)
Tapi apakah saudara pernah mengkaji bagaimana pergolakan Muslim minortas pada suatu negeri yg hindu mayoritas...?
MASALAH INI SANGAT LOKAL. YAITU PERSATUAN NKRI YG MULAI TERCABIK-CABIK....! kalo hal ini di tarik terlalu luas antara Agama-agama, maka saudara akan menemukan fakta lain bahkan sebaliknya pada suatu negeri, di negeri lain.. di sini anda mengatakan Dajjal Arab... maka di negeri lain juga muncul Dajjal India..Dajal Amerika.. Dajjal Israel..... LALU SIAPA DAJJAL ITU...???????

Anonim mengatakan...
on 

Buat yang menulis pake pembukaan "Sampurasun" di atas saya ini.

Saya sangat setuju sekali dengan anda.... begitulah kenyataan orang yang menganggap dirinya paling asli jawa penyembah leluhur begundal dajjal india (meski tidak mengakuinya, padahal fakta terang benderang orng jawa jenis ini adalah babu atau budak india).

Salam dari:
Anonimous Keturunan Jawa Ngapak

Anonim mengatakan...
on 

"Sampurasun..."
(anak buahe Dajjal Arab
Asli Jawa, Arema)

--Terimakasih Bung Jawa Ngapak atas atensinya "Salam 1 jiwa AREMA--
he he he.....

Dari semua tema yg di angkat di Situs ini, aq cermati adalah menarik suatu kesucian agama menuju suatu kekuasaan duniawi yg penuh diwarnai dg nafsu ketamakan dari manusia2 pengikut agama.Sehingga Sajian Agama pada situs ini menjadikan nilai2 agama tidak suci lagi.
Kalau memang maunya debat sejarah dan keturunan silahkan! Sajikanlah dengan ilmiah dan obyektif.
Tapi kalo memang memfokuskan pada dialektika nilai2 agama beserta ajarannya dan konsep theologinya silahkan diperbincangkan dengan jernih dan santun sebagaimana perdebatan pemuka2 agama jaman doloe.."
Ini menjadi kacau setelah membicarakan keturunan yg begitu di eratkan dengan keturunan dan sejarah perjalanan agama2 yg harus bersenggolan dg agama lain (baca: Dajjal Arab dan Dajjal India)

Sebagai CATATAN: Untuk Sejarah dan keturunan.. Tolong jelaskan Konsep tentang Adam dan Hawa yg oleh agama2 besar (agama langit)baik Yudea, Nasrani, Islam dll. tidak ada perdebatan dalam hal itu... Tolong Jelaskan menurut perspektif Hindu. "Jangan2 Raja2 kalian bukan keturunan Adam..?" atau ngikut konsep Darwinisme..?

Anonim mengatakan...
on 

Om swastiastu...

Sy sbg org Hindu Bali sangat prihatin & sedih atas tindakan manusia GA BEROTAK yg isi otaknya hanya DOKTRIN SESAT, yg bisa2nya melakukn hal BODOH sperti itu.

Yg bkin heran ini kok para anonim2 di atas yg membela kaum 'dajjal arab' melenceng dr isi topik penulis(malah membahas ttg kata 'dajjal arab'). Tanpa mencerna isi tulisan yg dimaksud seolah2 mendukung kekerasan yg ga beralasan(ingin menghancurkn pura(disegel untuk mengamankn benda2 berharga warisan majapahit spy tdk dihancurkn)) yg dilakukan oleh kelompok yg mengatasnamakan kaum mayoritas.
''Disini penulis justru ingin membuka segala bentuk tindak penindasan dan diskriminasi di tanah jawa trhdp agama leluhur''.
Bukannya malah meributkan kata dajjal & india. Ckckckck seolah2 mau menghindar dan tak mau disalahkan.
Merasa paling benar dan paling suci.

Perlu diingat diskriminasi yg trjadi bkn hanya yg ditulis penulis disini. Melainkn semua agama merasaknnya.
Contoh: konghucu (kasus patung naga singkawang) kristen (kasus HKBP) blm trmasuk yg trjadi dipelosok2 desa sperti (pura majapahit) ini yg luput atau mungkn sengaja tdk diberitakn di media masa krn takut/mendukung adanya tindakan diskriminasi itu.
Sungguh IRONIS mungkin itu kt yg tepat.

Kesimpulan sy,
dg berbagai tindakan diskriminasi yg ada serta sikap penguasa yg sepertinya acuh tak acuh(hanya ribut ttg uang).
Maka SANGAT PANTASLAH negeri ini mendapatkn hukuman dr Sang Pencipta berupa bencana yg trs menerus & beruntun..

Rahajeng
Om Çanthi Çanthi Çanthi Om

Anonim mengatakan...
on 

Om swastiastu...

Sy sbg org Hindu Bali sangat prihatin & sedih atas tindakan manusia GA BEROTAK yg isi otaknya hanya DOKTRIN SESAT, yg bisa2nya melakukn hal BODOH sperti itu.

Yg bkin heran ini kok para anonim2 di atas yg membela kaum 'dajjal arab' melenceng dr isi topik penulis(malah membahas ttg kata 'dajjal arab'). Tanpa mencerna isi tulisan yg dimaksud seolah2 mendukung kekerasan yg ga beralasan(ingin menghancurkn pura(disegel untuk mengamankn benda2 berharga warisan majapahit spy tdk dihancurkn)) yg dilakukan oleh kelompok yg mengatasnamakan kaum mayoritas.
''Disini penulis justru ingin membuka segala bentuk tindak penindasan dan diskriminasi di tanah jawa trhdp agama leluhur''.
Bukannya malah meributkan kata dajjal & india. Ckckckck seolah2 mau menghindar dan tak mau disalahkan.
Merasa paling benar dan paling suci.

Perlu diingat diskriminasi yg trjadi bkn hanya yg ditulis penulis disini. Melainkn semua agama merasaknnya.
Contoh: konghucu (kasus patung naga singkawang) kristen (kasus HKBP) blm trmasuk yg trjadi dipelosok2 desa sperti (pura majapahit) ini yg luput atau mungkn sengaja tdk diberitakn di media masa krn takut/mendukung adanya tindakan diskriminasi itu.
Sungguh IRONIS mungkin itu kt yg tepat.

Kesimpulan sy,
dg berbagai tindakan diskriminasi yg ada serta sikap penguasa yg sepertinya acuh tak acuh(hanya ribut ttg uang).
Maka SANGAT PANTASLAH negeri ini mendapatkn hukuman dr Sang Pencipta berupa bencana yg trs menerus & beruntun..

Rahajeng
Om Çanthi Çanthi Çanthi Om

Anonim mengatakan...
on 

Wahai orang yang mengaku dari Bali...
Apa kau gak berotak juga... Baca secara menyeluruh... Gunakan otak, maka kau akan tahu. Aku sendiri gak pernah memusingkan hal2 kausistik. Kalau mau dibahas, seperti yang kau utarakan. Bisa panjang lebar. Aku bicarakan secara paradigmatik. Logika befikir website ini. Sepertinya kau seirama dengan web ini maka menulis seperti itu.

"Dajjal" adalah istilah yang kalian ciptakan sendiri.

Salam dari
Anonimous Keturunan Jawa Ngapak

Anonim mengatakan...
on 

lihat situs faithfreedom.org

Anonim mengatakan...
on 

blog ini adalah keturunan dajjal majapahit, menjajah bangsa sendiri di nusantara. Apa yang dilakukan majapahit dulu?.... penjajahan. Pemersatu Indonesia itu adalah dajjal belanda. kita bersatu karena kita sama-sama merasa dijajah sehingga bersatu

Anonim mengatakan...
on 

Sekarang dijajah keyakinan dari arab bahkan kemarin pasukan Jihad atas nama arab semboyan tegakan Nahi Mungkar...koar-koar supaya Ahkmadiyah ikut arab...karena masih ikut india (Gurlam sing kan dari India ndak nyadar gujarat arab numpang gujarat india awal masuknya Islam di Nusantara) ... sesama saja saling gontok...apalagi yang dianggap lain...berudeng...berkebaya...nyalain dupa dll pastinya musyrik karena ndak sesuia dengan arab...hebuuuat !. Maka dari itu wahai ANAK jawa bersatulah untuk tetap lesatrikan adat dan budaya jawa yang adiluhung bukan import dari bangsa yang pernah alami masa Jahilliyah...hingga TKW diperkosa dibunuh dibuang tempat sampah...katanya dekat denga Alloh tapi sadis juga ya !....Camkan !.

Untuk yang anti dengan adat dan budaya sendiri...nyadarlah bahwa bangsa yang anda banggakan punya kelakuan seperti itu...pantas saja disebut jahilliyah...biarpun dekat ka`bah...bangga sih boleh tapi jangan anti dengan lainnya !. Pahammmm kah dikau semua yang kontra (sambil melotot copor matanya)

Anonim mengatakan...
on 

Wahai Anonim di atasku...
Kau katakan sekarang keyakinan Jawa dijajah arab???? Boleh-boleh saja begitu, soalnya Keyakinan Jawa tidak cukup tangguh untuk menghadapi penjajah Arab sih....!!! hahahahahaha...

Dasar otak dengkul...

Kalo sekarang dijajah arab, maka kalian dulu dijajah india yang tak pernah kalian sadari....

Hormati dan hargailah keputusan para leluhur kita yang "rela dijajah arab".... Leluhur kita legih 90% lho yang "rela dijajah arab"... wkwkwkwkwkwk...


Salam dari:
Anonimous Keturunan Jawa Ngapak

Anonim mengatakan...
on 

HANYA ktp

Anonim mengatakan...
on 

justru yang hanya KPT itulah maka dijadikan untuk tidak sekedar KTP.. itu tugas keturunan leluhur kita yang telah memutuskan diri menjadi Islam...

Salam dari:
Anonimous Keturunan Jawa Ngapak

Anonim mengatakan...
on 

bukankah hindu dan budha bukan asli agama jawa.tapi dari india.sabar cak gak perlu ngotot

Anonim mengatakan...
on 

Aku seneng baca komentranya orang tegal/brebes/purwokerto ini, yang katanya keturunan jawa ngapak.

Anonim mengatakan...
on 

Ngapak bilang 90% leluhur kita berkeputusan seprti itu (Bak-bakno ngapak wong nggedeng)Bapaku saja yg kejawen di suruh buat KTP islam .jadi jangan 90% di kurangi.
banyak yang islam ktp lho sebab setiap buat ktp walaupun dia orang kejawen di suruh ngisi beragama islam walaupun ini tak membagakan.
Yang ingin saya tanyakan BENARKAH islam masuk jawa ini dengan damai?
bukan dengan mengadu domba dan penaklukan.

Anonim mengatakan...
on 

Ini bikin website dan forum kok sudah menjelek-jelekkan orang lain sejak di artikel awal. Wajar aja responnya juga sama jeleknya. Kalau anda benar2 keturunan majapahit, pastilah keturunan warga majapahit yang benar2 pecundang. Wajar aja, kalau budaya lain kemudian datang, dan jadi pengganti anda, lha wong memang pecundang baik isi otak, omongan dan perilaku. Kalaupun sekarang mau bangkit, malu-maluin aja.

warga biasa, modern

Anonim mengatakan...
on 

Hahahahaha.. anonim yang di atasku selang satu!

Benarkah Islam masuk ke nusantara dengan Damai? itupun pertanyaan Inyong juga! Yang jelas semua agama dan budaya yg datang ke nusantara pada mulanya mengalami kontraksi, tak terkecuali dajjal hindia! Apakah kau sudah mbaca bagaimana kebudayaan candi dibangun? Bukankah itu dibangun dengan memeras darah dan keringat rakyat jelata demi pemujaan Dewa penjajah dajjal India???????

Sudahlah, kalo sama-sama penganut dajjal asing di tanah nusantara, jangan saling menyudutkan bahwa Islam sebagai dajjal Arab yang beginilah begitulah... Yang benar-benar asli nusantyara itu yang mana ya?????????????.

Suka atau tidak suka, Islam menjadi arus utama di tanah nusantara! Dan, seiring dengan dinamika manusia nusantara, maka secara natural Islam (slanjutnya saya sebut dajjal arab--meminjam istilah website ini) telah, sedang dan akan menjadi "asli". Persis dengan kedatangan dajjal india masa lampau. Pada mulanya asing, lama kelamaan menjadi asli paling tidak mewarnai kehidupan dan identitas manusia jawa/nusantara! (Baca sejarah Bung!)

Kenapa saya katakan secara natural? Lha wong namanya manusia itu kan senantiasa berubah! Sedang budaya itu hasil cipta rasa dan karsa manusia yang otomatis berubah!

Begitu lho!

Soal Dajjal Arab datang dengan damai atau tidak, baca referensi ilmiah, jangan dongeng darmogandul gatoloco sabdo paralon!!!!!

Salam dari:
Anonimous Keturunan Jawa Ngapak!
Lagi suka pakai blangkon + Jas

Anonim mengatakan...
on 

NB: buat yang menamakan dirinya Warga Biasa Modern, di atas saya.

Saya setuju sekali dengan anda! Kita hidup di masa kini, jangan hadirkan masa lalu di masakini. Masa lalu sudah mencapai kejayaannya di masa lalu.

Bukan hanya artikel yang tendensius raasis dan SARA, dulu header dari web ini sangat amat tendensius dengan menunjukkan gambar deretan presiden RI dan gambar presiden setelah SBY adalah gambar raja arab saudi diberi tanda tanya merah. Ini menunjukkan bahwa web ini aspirasinya sudah jelas-jelas menentang Islam yang disimbolkan dengan Arab (Padahal Arab tidak identik dengan Islam). Bahwa Indonesia sudah dijajah Arab, semuanya serba Arab! (Lucu dan geli kalo kita yang tahu). Tapi gak apa-apa saya ikuti saja logika web geblek ini.

Kemudian saya katakan kenapa tidak dikasih gambar Manmohan Sing saja setelah gambar raja arab saudi???? eh.. gak begitu lama dicopot semua itu gambar dan jadilah header web ini seperti sekarang.

Salam dari:
Anonimous Keturunan Jawa Ngapak!
Dajjal Arab sudah menjadi asli di nusantara.
Itulah identitas nusantara sekarang.

Anonim mengatakan...
on 

Yg nulis cengeng...ngadu sampai ke India sana ama dewa lu...Nggak usah kembali jadi orang India sekalian biar Indonesia jadi Atheis..(Indonesia Asli).

Dewa Siwak mengatakan...
on 

kami umat hindu cinta damai,.tidak pernah maksa,.tidak pernah melarang orang laen beribadah,.bahkan dirumah kamipun kami tidak pernah protes ada orang beda keyakinan masuk,..camkan itu,.kalo kami berlaku sama,.kita akan beradu,.unsur SARA akan masuk,..pernah kami berlaku yg kurang ajar dengan keyakinan anda,..bumi ini bulat dan terus berputar mengganti waktu ke waktu,.masa ke masa semua ada saatnya,. sat inilah kami semua akan ditunjukan jalan oleh leluhur kami untuk bersatu kembali,.saya bangga jadi umat hindu dharma,..

salam,.
saya umat hindu bali

Anonim mengatakan...
on 

Hai yang mengatasnamakan umat Hindu Bali di atas!

Hahahahahaha.. indah sekali celotehanmu, pernah ke India gak? apa yang dilakukan kaum hindu di sana terhadap keyakinan lain????????????????????????????????????????????????????? hahahahahahahaha...

Kalo anda sendiri seperti yang anda tuliskan,wah bagus dan patut disebarluaskan sikap seperti itu. Bisa menjadi tauladan. Kirimlah para petinggi hindu di India supaya bisa berperilaku seperti anda.

Salam dari:
Anonimous Keturunan Jawa Ngapak.

Anonim mengatakan...
on 

hahahahahahaha.....sangat memalukan bila dilihat sejarah majapahit runtuh.....

runtuhnya bukan diserang oleh kerajaan lain tapi oleh keserakahan jiwa menjajah kalian....sampai2 mengorbankan saudara kalian sendiri SUNDA untuk ditaklukan.....namun Tuhan tidak tidur....bangsa2 lemah lain boleh kalian zolimi dan aniyaya serta kalin peras dan jajah....tapi tidak dengan SUNDA.....

hahahaha......padahal baru sekali saja majapahit mencoba menyenggol SUNDA di perang Bubat yang kalian, majapahit, kobarkan dan buat sendiri.... namun Tuhan sudah MURKA...

justru perang Bubat itulah AWAL dari AKHIR SEJARAH MAHAJAJAH MAJAPAHIT....

SUNDA tidak menghancurkan Jajahpahit dengan mengirim Kesatria terhormat....namun cukup dengan menunjukan perbuatan khianat, keji dan kotor yang Jajapahit lakukan oleh GajahMabok terhadap utusan kehormatan dan rombongan sipil pengiring Putri Dyah dari Kerajaan Sunda. Karena peristiwa inilah yang membuat PenDuka Ayam Buruk kemudian Nelongso gak karu karuan hingga akhirnya stress kabur mewek minggat dari kerajaan dan pergi hilang (mungkin MAMPUS) entah kemana atau dimakan apa (mungkin tikus, mungkin macan jawa, mungkin Celeng), atau mungkin mati kelaperan....

itulah AWAL DARI AKHIR KISAH JAJAHPAHIT rajanya idup gak tenang karena berdosa, patihnya stress karena gadis impiannya tiada, para petingginya salingbunuh berebut kuasa, rakyatnya gak keurus, dan wilayah jajahannya akhirnya melakukan pemberontakan....

sejarah akhirnya adalah....JAJAHPAIT kemudian hancur berkeping2

ditelan KARMA dan WAKTU....



-GERAKAN ANTI FASISME JAJAHPAIT-

(mari kita seret (di jalanan pake truk) dan adili Almarhum Eyang Suryo Brahmaja(RIP) yang ngaku2 Raja keturunan majapahit sesuai dengan Hukuman Keras zaman Kerajaan Majapahit yaitu di penggal lidah dan pancung kepala di depan umum)

Anonim mengatakan...
on 

apa yg anda semua ributkan,semua itu sebenarnya 1 tujuan,orang islam orang hindu,kristen,katholik,dan apapun agama yg ada di bumi ini semuanya tujuannya hanya 1 dekat sama penciptannya tuhan yang maha esa.

Anonim mengatakan...
on 

ADMIN WEB ini ORANG GOBLOK....

bentar2 bawa2 nama arab...bentar2 bawa nama arab....bentar2 bawa nama Majapahit...

wei sadar wei.....

wei admin geblek....sadar woi....kelakuan lu tuh dah sama kaya MALINGSIA.....lo tuh (ADMIN GOBLOK!) macem PENDUSTA amatir .... suka ngaku2 mngatas namakan majapahit dan ngaku2 sebagai keturunan raja majapahit.....

bangun oi bangun...

ini zaman udah modern oi....ini INDONESIA oi.....

ini bukan jaman kuno majapit lagi....

ngimpi apa lu hey admin tolol....
udah gak ada lagi tentara yang sekarang pake tombak dan berpakaian telanjang dada dan celana selendang....
udah gak jaman lagi perang pake panah dan kuda....
udah gak zaman lagi kepala negara pakeannya telanjang dada dan pake sarung...
udah gak jaman lagi raja raja an yang punya selir2 sampe ratusan....
udah gak zaman lagi naklukin dan jajah wilayah orang sambil malak2 upeti woi....

bangun2 wahei admin goblok.....bangun dari mimpi mu di abad 13...

pikir pake otak oi wahei admin gubluk...pikir donk bahwa udah gak relevan lagi konsep kerajaan kuno dipake di zaman modern sekarang ini oi....

bangun hoi admin.....jgn ngelantur mulu lu....
gimana mo maju ni negara kalo ada orang2 kaya penulis admin web geblek gini.....

NGIMPI x ya...

Anonim mengatakan...
on 

wahai brahmaja , sadar diri lah anda.... jangan anda suka ngaku2 dan suka klaim sbg keturunan raja majapahit lah.....suka klaim sbg keturunan cina lah.....

sadar diri....lihat lah diri mu hey brahmaja....

mana ada raja seperti itu tanpa aura kepemimpinan terpancar di wajah....??????

mana ada orang cina tampangnya macem anda???? gak percaya?? silakan dateng ke Cina sendiri....

Anonim mengatakan...
on 

ngaku2 sebagai raja????

jangankan diakui....dikenal aja juga enggak....

dasar tukang klaim

Anonim mengatakan...
on 

Lah kok pada ribut wong cak suryo itu keturunan yg ngancurin Majapahit kok malah jadi raja. Raja palsu, pinter muter balikin fakta sejarah. Lihat prasasti Jiyu I siapa yg rebut tahta Brawijaya 5 kalo bukan Ranawijaya sama Brahmaraja.Pinter banget kowe iki Ndul Suryo lan kroni2nye termasuk orang2 keraton yg malah ikut mengakui si raja goblok ini.

Liat silsilahnya wong isine ngarang kabeh....

kok gak tau malu...Mahkotamu itu bukan mahkota Majapahit, kalo ngerti sejarah dan memang asli keturunan Raden Wijaya mesti tahu dan paham tiap2 mahkota dan jamannya. Katanya bisa komunikasi sama leluhur kok malah gak ngerti...sing percoyo karo cak suryo iki yo bakal melok gendenge'......


Om-nya Santi, Santi-nya Mana Om???


(si Om: lagi tdur bareng eyang Suryo , Cuk!)
wkwkwkwkwkwk.....

Anonim mengatakan...
on 

Perlu di pahami dan di mengerti Jaman majapahit sekarang masih ada,cuma anda tidak sadar,lihatlah dasar negara kita dan semboyan negara kita, juga bendera negara kita, juga slogan slogan pada alat pertahanan negara kita semua masih berbau majapahit, maka dari itu banyak sekali yang berusaha menghilangkanya/memusnahkan karena merasa tidak sesuai dengan idiologi mereka, maka saya menghimbau bagi mereka yang tidak suka kenyataan itu pergi saja ke asal idiologi mereka dan jangan hidup di bumi nusantara...paham!!!!

Mantra yoga mengatakan...
on 

Hei.. Mantra Yoga.. kau saja sana yang pergi ke asal ideologi kamu! Kau tidak pernah sadar ya asal ideologi kamu itu dajjal India kuno!

mau tahu???? dari bahasa apakah "pancasila" itu? bahasa majapahit asli atau bahasa sansekerta si dajjal india?. Kata nusantara itu apakah bahasa majapahit asli atau serapan dari dajjal india kuno?????

Kata atau istilah yang digunakan di pertahanan Indonesia, kalau kau mau jujur, bahasa apakah itu? bahasa majapahit asli atau bahasa sansekerta???? dari manakah bahasa sansekerta itu????? dari perut bumi Jawa????? hahahahahahaha... koplo kamu Mantra Yoga!

Kata "mantra" dan "yoga" berasal dari mana???? dari bahasa majapahit atau dajjal india kuno???? Goblog kok dipelihara!

Kalau masih menggunakan istilah cangkokan dari luar negeri, jangan merasa paling asli!!! Hey.. otak dengkul!

Kau tidak tau ya kalau di hembusan bau busuk mulutmu, denyut nadimu, corak berpikirmu semua tanpa kau sadari adalah cangkokan dari dajjal india masa lalu yang hendak kau pertahankan di masa kini!!!!

Kelihatan sekali kegoblokanmu hai sipenyembah pantat india kuno!

Salam dari:
Anonimous Keturunan Jawa Ngapak!

Anonim mengatakan...
on 

buat anonimous keturunan jawa ngapak
fakta sejarah tidak pernah ada keributan apalagi peperangan antara orang jawa dengan orang india (klau dianggap india menyebarkan hindu).. kebudayaan jawa menerima dengan terbuka kebudayaan (dan agama) hindu bahkan berakulturasi, karena orang hindu tidak memaksa dan saat itu orang jawa budayanya blm kuat ( contah : blm punya tulisan).. sewaktu islam datang, mereka bukan hanya mengenalkan agama, tetapi menaklukkan, menyerbu dan menghancurkan budaya yg ada...ini fakta , anda baca sejarah islam..agam ini tersebar melalui perang...

Anonim mengatakan...
on 

tambahan lagi bwt anonimous turunan jawa ngapak..
setelah penjajahan belanda..ketika kaum misionaris mulai mengenalkan agama kristen, jg tidak pernah ada fakta berperang dgn orng hindu....sampai saat ini pun yng paling sering menyerang agama lain di indonesia ini hanya orang islam..

Anonim mengatakan...
on 

Buat anonim di atasku:

Hahahahaha.. (tertawa terpingkal-pingkal sambil guling-guling aku karena geli baca komen di atas) fakta apa? Tahu tidak fakta pembangunan Candi???? Candi dibangun dengan darah dan keringat rakyat jelata bangsa Jawa atas perintah tuan maharaja dajjal India! Itu juga fakta! Demi menjunjung tinggi dewa dajjal india kuno, para pembesar Jawa mengorbankan rakyatnya!

Kau bilang tidak ada peperangan antara India dan Jawa???? hahahahaha.. Koplo lagi koplo lagi dipelihara! Kalo kacamata sekarang ya jelas gak terlihat adanya peperangan. Coba lihat dari awal, paling tidak ada pergolakan perrtentangan walau akhirnya terjadi akulturasi. Itu lumrah! Demikian halnya dengan kedatangan dajjal arab, awalnya terjadi pertentangan, lama-lama ya menjadi "asli" juga bagi bangsa Jawa dan nusantara lainnya. Lantas jadilah dajjal; arab menjadi identitas diri. Sama dengan dajjal india dulu, lama-lama menjadi identitas diri ketika itu.

Soal peperangan, penyerbuan dna penaklukan... nggak usah ambil contoh kedatangan dajjal Arab! Contohlah diri sendiri: Majapahit! Sejarah majapahit penuh dengan peperangan, banjir darah, penaklukan dan penyerbuan! Lupa kah kau dengan sejarah dirimu sendiri??? Kau kira Majapahit melakukan penyatuan secara damai di wilayah lain nusantara???? Tidak! melainkan melakukan penyerbuan dan penaklukan! Ingat perang bubat? Orang Bali aja merasa ditaklukkan oleh majapahit kok!

Darah, ingat pemberontakan-pemberontakan di majapahit! darah dan darah! Bukan hanya itu, sejarah Jawapun diawali dengan pertumpahan darah! Ingat Ken Arok, Ken Dedes, Tunggul Ametung, dll???? Darah semua yang menghiasi sejarah Jawa! Ingat kau Koplo!

Jadi soal perang, penyerbuan, penaklukan bukan hanya terjadi dengan adanya dajjal arab, tapi tanpa dajjal arabpun telah terjadi peperangan dan banjir darah! Ingat itu wahai otak koplo!

Salam dari:
Anonimous Keturunan Jawa Ngapak

Anonim mengatakan...
on 

Tambahan lagi buat:
(Sambil tertawa terpingkal-pingkal sambil guling-guling di lantai karena mbaca komen lucu, nggak ngaca!)

Di Indonesia, yang menyerang agama lain adalah orang Islam! hahahahaha... koplo..koplo, sempit banget sih wawasanmu! Kalo di Filipina yang menyerang agama lain selain katolik ya orang katolik, di thailand dan indocina ya orang budha, di India ya orang Hindu yang menyerang agama lain! Pernah baca gak???? Baca donk pengetahuan-pengetahuan yang begitu, jangan cuma merasa menghiba, marginal dan sejenisnya! Koplo itu dibuang ya!

Salam dari:
Anonimous Keturunan Jawa Ngapak

Anonim mengatakan...
on 

maaf buat keturunan jawa ngapak...kyaknya anda yng koplo dehc ga paham sejarah jane lulusan sd mana???...dinegara manapaun ada oda orang islam pasti ada perang ITU FAKTA....mau puasa aja maksa orang suruh hormat...PERTANYAAN BESAR BUAT KETURUNAN JAWA NGAPAK...KENAPA ISLAM TIDAK BISA MENGUASAI EROPA, CINA DAN AMERIKA?????jawabnya karena tentara islam tidak pernah menang perang dengan eropa, cina dan amerika, jadi orang islam (arab) TIDAK BISA MEMAKSA MEREKA IKUT ISLAM...INI BUKTI JELAS ISLAM DISEBARKAN DENGAN PERANG....KARENA HANYA DAERAH YANG KALAH PERANG YANG MAU IKUT ISLAM..TERUS DIHANCURKAN KEBUDAYAAN ASLINYA...SEKALI LAGI ITU FAKTA

Anonim mengatakan...
on 

TAMBAHAN LAGI BUAT JAWA NGAPAK KOPLO BGT....
di filipina status islam adalah pemebrontak, di india sami mawon...di indonesia memaksakan kehendak...di daerah lain jadi teroris, di israel minta tanah orang yahudi..SEKARANG TUNJUKKAN DIMANA ADA TEMPAT YANG DAMAI DENGAN ISLAM??????

Anonim mengatakan...
on 

Wahai Anonim yang tidak merasa Koplo!

Terserah kau mau bilang Dajjal Arab menyebarkan dengan peperangan atau dengan damai. faktanya dajjal Jawa kalah alias keoq dengan dajjal Arab! hahahahahaha.. koplo tapi gak merasa!

Sekarang, tunjukkan kepadaku, apa bukti Arab menyerang Jawa? adakah bala tentara Arab berbondong-bondong dengan beratus-ratus kapal, beribu-ribu tentara berkuda, menunggang onta, membawa pedang dan menyerbu majapahit??????????

Sekarang lihatlah kedatangan dajjal Eropa??????? bandingkan!

Kalao kau mau jujur, soal perang, sebelum kedatangan dajjal Arab,. tanah jawa sudah dimulai dengan sejarah peperangan,l penyerbuan dan penaklukan oleh rezim ke rezim atau wilayah lainnya. Kau tahu ken Arok? Ya, Darah!. kau tahu perang Bubat? Kuti? Paregreg? Darah dan Darah! Orang Jawa haus Darah! Koplo... sadar gak kau koplo!

Apakah kau kira Majapahit dengan damai menduduki wilayah lain????? Koplo jangan dipelihara ya? Majapahit melakukan pendudukan dan penaklukan dengan intrik dan banjir darah!

Semoga kau (KOPLO) sadar bahwa soal peperangan, darah, dan penaklukan sudah jamak terjadi di babakan sejarah Jawa! Oleh karena itu, kenapa begitu loyo dengan dajjal Arab? Koplo.... tangan bapak moyangmu itu penuh darah, kenapa jari telunjukkmu merangah ke dajjal Arab????! Koplo bukan, logikamu itu???? Ghebleg kok dipelihara Wahai kau Jawa!

Yang jelas, yang menjelek-jelekkan orang bukan Katholik di Filipina adalah orang Katolik, yang menjelek-jelekkan orang selain hindu di India ya orang hindu, yang menjelek-jelekkan orang selain budha di Thailan ya orangh Budha. yang mejlek-jelekkan orang selain Islam di Arab dan Indonesia ya orang islam! Gitu lho, maksudku, koplo!

Kau hubung-hubungkan dengan Israel??? hehehehehe.. semakin koplo banget sih! Israel itu sendiri yang merampas tanah orang Arab! GobloQ!

Hahahahaha..

Salam dari:
Anonimous Keturunan Jawa Ngapak!

Anonim mengatakan...
on 

Serat Darmogandul perlu dipertanyakan validitas isinya, mengingat ditulis ratusan tahun setelah majapahit runtuh... lihat di:

http://majapahit1478.blogspot.com/2011/04/majapahit-wilwatikta.html

Ayo para begundal majapahit web ghebleg ini.. keluarkan argumen kalian.. Koplo!

Salam dari:
Anonimous Keturunan Jawa Ngapak
Selalu setor OHN untuk mengunjungi candi kotak
di padang pasir gersang....

Anonim mengatakan...
on 

jawa ngapak yang dedel and guoblog cupet otak dengkul kenapa pikiranmu radikal sekali tidak sdar apa kalau mbah mbahmu dulu orang majapahit ngaca dikit dong, jangan asal ngomong atau jangan jangan elu udah kecuci otak ama mbah jenggot osamah bin edan yang udah koit itu

Anonim mengatakan...
on 

hahahahaha.. anonim di atasku...

Koplo dan sontoloyo banget kau ya....! yang cupet pikirannya tu kamu dan kemlompok dalam web ghebleg ini! Coba deh, kau perhatikan dengan seksama! jangan ikut2an ghebleg kau ya....

hey... kalau kau mau lihat maksudku dg sesungguhnya, lihatlah secara mneyeluruh posting komenku di web ghebleg ini! Sontoloyo kau!

Nenek moyangku dari majapahit dan dari jauh sebelum adanya majapahit! Koplo! Apa nenek moyangmu hanya sebatas majapahit???? Gublog kok diingu! Tahu maksudku? Wahai, Koplo!

Kalau mau memuja nenek moyang pujalah nenek moyang jauh sebelum majapahit ada! Guoblog uteq dengkul, kamu!

Kalo kamu merasa bangga dgn majapahit hiduplah di 7-8 abat yg lalu! Era majaphit tuh sudah berakhir, goblog! Hiduplah di masa kini! Koplo dan sontoloyo kowe ya.... hahahahahaha

mau-maunya jadi babunya India. Itulah akibat penjajahan yang sudah mendarah daging di dalam dengusan nafas busukmu, selama berabad-abad, makanya budaya dajjal india kau anggap asli majapahit dan asli jawa.

kau lupa kalau kamu itu dijajah dajjal india! Lha kalo memang sama-sama dijajah dajjal india kenapa mesti marah dengan dajjal arab si osamah bin edan jenggoten kuwi... hahahahaha....

hahahaha....

Ayo, inyong ladheni kowe gharep diskusi meng kene!

Salam dari
Anonimous Keturuna Jawa Ngapak
Penghormat leluhur
Bukan Penyembah leluhur!

Anonim mengatakan...
on 

Majapahit bangkit boleh2 aja-lah, tp jangan majaphit yang ini... lha wong rojo-ne ae gak payu rabi..... ojo-ojo kaki tangannya jg podo joko pengangguran kabeh.... rojo kok nduwe web nggak nggenah blas!

Kroninya eyang suryo, raja majapahit bali (lucu banget .... jaman gini malah buka cabang kerajaan... buka cabang partai atau franchise lebih masuk akal).... sebenarnya jauh lebih keren (masih muda, rektor, doktor, pebisnis)..tp kok ya milih mbah suryo .... mimpi apa sih kau anak muda.... tp kasihan banget, tentu saja nggak ada bukti sejarah.. dan karenanya ditolak raja2 se-Bali (baca berita di bawah ini). Semoga kamu nggak stress ya. Bekerja sajalah di duniamu yang modern, dan tiggalkan yang aneh-aneh ini.

Simpatisan Majapahit
asal ilmiah dan nggak kampungan

=============================================================
Raja Se-Bali Tolak Abhiseka Raja Majapahit
=============================================================
GIANYAR, NusaBali
Senin, 10 Oktober 2011

http://www.nusabali.com/opendoc.php?page=0&id=26051&date=2011-10-12%2000:43:14

Anonim mengatakan...
on 

Aduh.. aduh.. si pendukung web ghebleg dan pendukung majapahit masakini sudah kehabisan akal untuk mengeluarkan argumen. makanya tiarap dan mungkin secara perlahan akan mematikan web ini untuk berpindah ke web lain yang komennya harus dimoderasi dulu.... hahahahaha.....

Atau diam-diam para pengelola web ini sdh beralih menjadi pengikut dajjal arab??? hahahahahaha...

Salam dari:
Anonimous Keturunan Jawa Ngapak.

Anonim mengatakan...
on 

bagaimana mungkin budaya majapahit budaya indonesia asli, itukan saduran dari budaya India ( Hindu ), udah deh admin growth up men, sekarang udah bukan jamannya lagi mikirin majapahit bangkit...udah kemana lagi itu massa....hahahahahahaha, mikirin majapahit bangkit cuman romantisme sesaat (neo paganisme).

Anonim mengatakan...
on 

Kita tidak usah terlalu mementingkan ego agama masing masing.Saya disini mengungkapkan akan kebenaran berdasarkan nilai spritual, mengharap semua agama dan keyakinan bisa menerima.Sebuah bangsa yg besar adalah bangsa yg menghormati jasa pahlawannya.Dalam hal ini pemersatu negara Majapahit kala itu adalah mahapatih Gajah Mada.Gajah Mada adalah seorang muslim asli arab.Pada waktu bulan ramadhan ini guru kami melakukan ziarah ke makam para wali(tidak termasuk walisongo) di daerah kediri dan nganjuk.menurut informasi guru kami Gajah Mada mempunyai seorang kakek dan seorang ayah yang bernama sama yaitu Gajah Mada pula, jadi tidak heran kalau sejarah bingung masa hidup Gajah Mada.Gajah Mada hidup pada era pemerintahan jayanegara sampai hayam wuruk, berarti mempunyai periode hampir 200thn.Kemungkinan di era jayanegara adalah kakek Gajah Mada dan Pemerintahan majapahit terakhir adalah pada waktu Ibukota majapahit pindah ke Daha(Kediri)dengan rajanya girindrawardhana.Gajah Mada dilahirkan dan dimakamkan di kota Kediri.Gajah mada yg terakhir dimakamkan di desa badal ngadiluwih kediri.disamping pengawalnya raden banteng, sedangkan putra Gajah Mada yg nomor 3 dimakamkan di desa ngliman nganjuk. mungkin orang menyebutnya ki ageng ngaliman.Wallahualam.Gajah mada merupakan seorang muslim asli dari arab dengan perawakan yg tinggi besar hampir 2meter,mempunyai simbar(bulu rambut), nama lain dari Gajah Mada adalah kayu watu. dimana kayu watu adalah material yg keras sehingga Gajah Mada digambarkan sebagai sosok yg kebal senjata apapun. Pada waktu itu guru kami berkomunikasi secara ghaib dengan beliau, beliau berwajah tampan tdk sesuai seperti sejarah tulis atau patung yg selama ini digambarkan.Sejarahnya Pada waktu pemerintahan Hayam wuruk, gajah mada mengajak hayam wuruk masuk islam tetapi hayam wuruk menolak, maka lambat laun majapahit hancur.Sehingga kita simpulkan bahwa agama islam memberikan sumbang sih kepada kejayaan Majapahit.Dan saya garis bahawi Dajjal merupakan musuh islam sejak dahulu.Bahwa nanti akhir jaman Dajjal akan muncul mengadu domba umat islam.Wallahu alam

Anonim mengatakan...
on 

Poskan Komentar

Boleh berkomentar panjang lebar, silahkan !,
tapi blog ini bukan promosi jualan, juga jangan salah paham,
baca dulu dan renungkan, lihat kasunyatan, sadar kenyataan.
Semoga berbahagia hari ini. Bersatulah bangsaku melawan dajjal yang meneror untuk memaksakan kehendaknya dengan kekerasan !.